Fokus

WADUH! Demo NU Tolak FDS, Peserta Aksi Teriakan “Bunuh Menteri”, Ini Klarifikasinya

Selasa, 15 Agustus 2017 – 08.51 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LUMAJANG – Tersebar berita di media-media milik kelompok radikal bahwa demo di Lumajang yang menolak FDS ada yel-yel “Bunuh Menteri” ternyata adalah cara kelompok radikal menyerang NU. Bahkan salah satu portal memberitakannya dengan judul yang menyudutkan NU “WADUH! Demo NU Tolak FDS, Peserta Aksi Teriakan “Bunuh Menteri”, Ini Klarifikasinya “Berikut klarifikasi dari panitia demo: (Baca: Rais ‘Aam PBNU; Wahabi, Salafy, ISIS Ngaku-Ngaku Ahlusunnah)

Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia (AMPPI) Lumajang yang baru saja menggelar aksi damai menolak ”full day school” menegaskan, tidak ada yel-yel bunuh menteri. Jika pun ada, kata AMPPI, itu dipastikan diluar rangkaian resmi aksi.

”Tidak ada instruksi untuk mengeluarkan kalimat-kalimat yang tidak pantas seperti yang diupload dan disebarkan oleh media yang tidak suka dengan aksi tersebut. Kalaupun benar, pasti di luar tempat istighotsah dan tidak termasuk dalam rangkaian aksi, dan pastinya kita akan ingatkan dan bina selanjutya,” tulis AMPPI Lumajang dalam rilis yang diterima nujateng.com, Senin, (14/8/17).

Dalam rilis sekaligus klarifikasi itu, AMPPI juga menjelaskan terkait keterlibatan santri yang disebut KPAI sebagai anak-anak. Adanya teriakan yel-yel yang direkam itu suara sumbang. Artinya, bukan pernyataan resmi dalam orasi yang masuk dalam rangkaian aksi. (Baca: Siasat Kelompok dan Media Radikal, Syiahkan dan Liberalkan Ulama Aswaja)

”Terkait anak-anak yang hadir pada acara tersebut adalah santri yang diajak oleh orang tua (wali santri). Sebelum masuk arena aksi, peserta aksi ini meneriakan yel-yel yang tidak jelas, karena banyaknya massa yang hadir. Apakah yel-yel nya “cabut menetrinya, kubur menterinya, mundur menterinya atau bunuh menterinya. semua tidak jelas,” katanya. [Ceprudin/005]

Ini Press Realease Klarifikasi Resmi atas Pemberitaan Miring Tentang Aksi Damai Penolakan FDS 5 Hari Sekolah oleh AMMPI di Lumajang 07 AGUSTUS 2017

Kepada Yth,

Kawan Media Cetak dan elektronik

Di Tempat

Bismillahirrohmanirrohim Assalamulaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu..

Berdasarkan pemberitaan oleh media online suarasurabaya.net (Senin, 14 Agustus 2017/07:12 WIB) yang mendasarkan berita kepada narasumber atas nama Sitti Hikmawatty (komisoner KPAI) tentang aksi damai penolakan FDS 5 hari sekolah, Lumajang 07 agustus 2017, dengan ini kami memberikan klarifikasi sebagai berikut;

Kronologi:

Jam 08.00 WIB pada Senin, 7 Agustus 2017, seluruh pimpinan aksi sudah berkumpul di tempat utama aksi. Tidak ada acara longmarch. Karena acara utamanya adalah istighotsah.

Setelah pimpinan aksi berkumpul, peserta aksi mulai berdatangan dan aparat keamanan berseragam lengkap juga sudah berjaga di lokasi.

Sekitar pukul 08.30 WIB, peserta aksi dari beberapa pondok pesantren sekitar lokasi aksi (depan gedung kantor DPRD Kab. Lumajang) berjalan kaki. Sebelum masuk arena aksi, peserta aksi ini meneriakan yel-yel yang tidak jelas karena banyaknya massa yang hadir. Apakah yel-yel nya “Cabut Menetrinya, Kubur Menterinya, Mundur Menterinya atau Bunuh Menterinya” semua tidak jelas.

Melihat situasi itu korlap aksi bersama keamanan dari Polres Lumajang berupaya untuk mengendalikan massa dengan meminta peserta aksi untuk bergabung kedalam barisan Istighosah.

Jam 08.45 WIB semua massa terkendali dan mengikuti acara istighosah dengan hidmat yang dipimpim oleh KH. Ahmad Hanif dan KH. Ahmad Qusairy dari Syuriyah PCNU Lumajang.

Jam 09.30 WIB dilanjutkan dengan orasi oleh korlap (cak nash) yang berisi tuntutan pencabutan Permendikbud No. 23 Tahun 2017. Dilanjutakan dengan statemen Ketua Komisi D DPRD Kab. Lumajang (Bpk. Sugianto, S.H ) dan diiringi pernyataan sikap oleh Kordum Aksi (Gus Nawawi, M.Pd)

Jam 10.15 WIB acara do’a bersama dan peserta aksi membubarkan diri dikawal oleh Polsek Masing-masing Kecamatan.

Jam 24. 00 WIB dilaporkan oleh pihak keamanan Polres Lumajang bahwa seluruh peserta aksi sampai kerumah masing-masing dengan selamat.

Kesimpulan:

Bahwa acara aksi damai menolak kebijakan FDS 5 hari sekolah oleh AMPPI telah mendapatkan izin dari pihak polres Lumajang No: STTP/02/VIII/2017/SAT.IK

Konten acara aksi damai tolak FDS 5 hari sekolah di Kabupaten Lumajang Tanggal 07 Agustus 2017 berisi doa bersama dan istighotsah yang dipimpin oleh Katib Syuriyah PCNU Lumajang

Terkait anak-anak yang hadir pada acara tersebut adalah santri yang diajak oleh orang tua (wali santri).

Tidak ada instruksi untuk mengeluarkan kalimat-kalimat yang tidak pantas seperti yang diupload dan disebarkan oleh media yang tidak suka dengan aksi tersebut.

Kalaupun benar, pasti di luar tempat istighotsah, dan tidak termasuk dalam rangkaian aksi, dan pastinya kita akan ingatkan dan bina selanjutya.

Meminta pemerintah, tidak defensif menghadapi aspirasi soal FDS yg hanya akan ciptakan keberisikan baru.

Terkait press release yang dikeluarkan oleh KPAI tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya, karena hanya didasarkan pada video, dan pihak KPAI tidak melakukan klarifikasi terhadap penanggung jawab aksi.

Kepada semua pihak, kami mohon untuk tidak terpancing dan tidak memberikan informasi apapun terkait aksi damai tolak FDS 5 hari sekolah tersebut sebelum mengklarifikasi kepada pananggung jawab aksi.

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan, semoga semua pemberitaan miring terkait aksi tolak FDS 5 hari sekolah di kabupaten Lumajang tidak menyurutkan jihad penolakan terhadap Permendikbud No. 23 Tahun 2017.

Wallohul Muwaffiq ilaa aqwamith thoriiq Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu..

Lumajang, 14 Agustus 2017

Penanggung Jawab AMPPI

Kordum Aksi                                                                              Korlap Aksi

NAWAWI, M.Pd                                                                        UST. KHOIRUN NASICHIN. S.Hi

Sumber: NUJateng.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: