Eropa

Vladimir Putin Sikat “Deep State”AS

Sabtu, 03 Juni 2017 – 00.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PARIS – Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan wawancara dengan Le Figaro Prancis, dimana dia mengatakan bahwa Rusia tidak memiliki “harapan khusus” mengenai pemilihan Presiden AS, yang dimenangkan Donald Trump. (Baca: Amerika Ketakutan, Rusia Buat Senjata Laser yang Bisa Jatuhkan Satelit AS)

Putin kemudian menggambarkan bagaimana Presiden AS seringkali mendapati cita-citanya hancur oleh apa yang dikenal sebagai “deep state” saat memasuki Gedung Putih. Putin menyamakan ketidakmampuan Trump untuk menerapkan keinginannya dalam mengubah kebijakan AS terhadap Rusia dengan kegagalan Barack Obama menutup kamp penjara Guantanamo Bay yang masih beroperasi meski mengkampanyekan janji tersebut.

Putin menyatakan, “Ketika seseorang terpilih, mereka mungkin memiliki beberapa gagasan. Kemudian orang-orang dengan koper tiba, berpakaian bagus, mengenakan pakaian gelap … Orang-orang ini mulai menjelaskan bagaimana hal-hal harus dilakukan. Dan seketika semuanya berubah”.

Putin mengatakan kepada media Perancis bahwa situasi Presiden yang dibatasi oleh keberadaan struktur kekuatan pihak dalam negara (deep state) adalah keunikan negara Amerika.

“Bisakah Anda membayangkan Perancis atau Rusia bertindak seperti ini? Ini akan menjadi bencana. Tapi hal ini mungkin di Amerika Serikat dan berlanjut hingga hari ini”. (Baca: Putin: Obama Rusak Ekonomi AS dan Eropa Hanya Untuk Hancurkan Rusia)

Tentu saja, Perancis tidak memerlukan deep state untuk membatasi pemimpin terpilihnya, itulah gunanya NATO dan Uni Eropa, sesuatu yang dinyatakan Putin selama konferensi persnya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Namun, Presiden Putin menunjukkan tanda-tanda optimisme yang terus berlanjut mengenai Trump sebagai seorang lelaki, yang berlawanan dengan Trump sebagai pemimpin yang dikompromikan oleh “deep state” AS. Putin mengatakan bahwa dia menghargai “pendekatan Trump yang pragmatis dan dimengerti” kepada NATO dan juga menyatakan bahwa, “… Saya sangat optimis, dan saya pikir kita dapat dan seharusnya dapat mencapai kesepakatan mengenai isu-isu kunci”.

Putin kemudian beralih ke kegagalan Russiagate yang terus berlanjut, “Seperti yang pernah dikatakan oleh Presiden Trump, dan saya pikir dia benar saat mengatakan bahwa mungkin seseorang duduk di tempat tidur mereka atau seseorang sengaja memasukkan flash drive dengan nama seorang warga negara Rusia, atau sejenisnya”. (Baca: Amerika dan Rusia Diambang Perang Besar)

Putin kemudian beralih ke lawan Trump, dan menyampaikan perkataan Trump bahwa keseluruhan tuduhan ‘hacking Rusia’ berasal dari ketidakmampuan Demokrat untuk mengakui bahwa mereka menjalankan sebuah kampanye bencana, “Mereka benar-benar enggan mengakui hal ini, dan lebih suka menipu diri sendiri dan orang lain dengan berpikir bahwa itu bukan salah mereka, bahwa kebijakan mereka benar, mereka melakukan semua hal yang benar, tapi seseorang dari luar menggagalkan mereka. Tapi ternyata tidak begitu. Mereka baru saja kalah dan mereka harus mengakuinya”.

Putin mengatakan fakta sederhana bahwa Trump “lebih dekat kepada orang-orang dan lebih mengerti apa yang diinginkan oleh pemilih biasa”, sesuatu yang sangat dipahami Putin karena dia telah memenangkan lebih banyak pemilihan daripada Hillary Clinton.

Putin mengeluhkan fakta bahwa skandal domestik Russiagate di AS telah menciptakan hubungan internasional yang berbahaya namun dia akhiri dengan nada yang lebih berhati-hati, dengan mengatakan, “Tapi itu akan berlalu, semuanya berlalu dan ini akan berlalu juga”. (SFA)

Sumber: The Duran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: