Fokus

VIRAL! Bupati Lebak Murka Lihat Taman Dirusak Buat Bangun Gedung

Minggu, 15 Oktober 2017 – 16.03 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BANTEN – VIRAL! Video Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya, mengamuk. Dia memarahi Kepala Desa Bojong Menteng, Yamin, dan Camat Leuwidamar, Endi Suhendi yang dinilai tidak becus mengawasi wilayahnya sehingga sebuah taman di Kampung Ciboleger dirusak dan disulap jadi bangunan warga.

Taman tersebut dibangun Pemkab Lebak untuk mempercantik dan memperindah akses jalan menuju kawasan Suku Baduy. Alih-alih dirawat, ruang hijau dibongkar untuk perluasan bangunan rumah dan kios milik Agus, warga setempat.

Video kemarahan Iti menyebar luas dan menjadi viral. Dalam video berdurasi 2 menit 18 detik itu terlihat Iti naik pitam dan tak henti-hentinya mengamuk di sela acara penyambutan  Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

“Mana Kades, mana Camat, Mana Satpol PP (Kadis Satpol PP) kesini semua. Pokoknya saya tidak mau tahu besok (Jum’at-red) bangunan ini harus sudah tidak ada,” kata Bupati, kepada tukang bangunan bernama Suyatna dalam video yang diketahui direkam pada Kamis 12 Oktober 2017.

Saat Kepala Desa dan Camat tiba, Iti pun kembali meledak. “Bagaimana ini bisa dibangun! Sampai dicor begini!” kata Iti dengan nada tinggi.

Selain memarahi Kades dan Camat, Bupati memanggil tukang bangunan dan memerintahkan pemilik bangunan segera membongkar bangunan miliknya. Jika tidak, dia bakal mempolisikan sang pemilik.

“Masa saya yang harus mantau di semua daerah! Ada banyak desa di Lebak, kepala desa yang harus tanggungjawab mantau!” tegasnya lagi.

Mengaku tak bisa membendung emosi.

Saat ditanyakan pewarta soal alasannya meledak-ledak dalam video yang viral itu, Iti mengaku kecewa dengan Kepala Desa dan Camat karena telah membiarkan warga melakukan pengrusakan taman. Padahal taman dibangun dengan susah payah menggunakan uang rakyat.

“Jika Kades model begini sebaiknya diturunkan dari jabatannya. Saya yang melantik, dan saya akan mencopotnya jika memang tidak bisa mengurusin begini, taman dibangun untuk kemajuan warga bukan untuk saya,” katanya.

Dirinya marah-marah karena melihat fasilitas umum yang dibangun dengan pajak dari masyarakat, dibongkar untuk kepentingan segelintir orang. Padahal taman tersebut bertujuan untuk mendorong perkembangan dan mempercantik akses ke masyarakat Baduy.

“Gampang menjaga dan memelihara, ya bersihkan rumput-rumputnya. Ini malahan dirusak, ini dibangun untuk kemajuan masyarakat Baduy, sekarang sudah bagus boro-boro ikut memelihara yang ada dibongkar ya saya ngamuk-ngamuk,” tegasnya.

Pengurus desa kecolongan

Kepala Desa Bojong Menteng, Yamin, mengakui kecolongan. Dia tidak tahu kalau warganya telah melakukan pembongkaran tembok taman. “Tidak ada konfirmasi dari pemilik kepada saya. Pemilik melakukan pembongkaran tanpa pemberitahuan,” katanya.

Sementara itu tukang yang mengerjakan bangunan, Suyatna, menyebut pemilik tidak memberitahu dulunya di lokasi itu ada taman. Agus pun mengakui bahwa tanah itu adalah miliknya. “Dulu tidak ada tamannya. Jadi dari tadinya tidak ada, ya dikembalikan ke semula makanya dibongkar. Ini tanah milik pak Agus, masih warga sini,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak, Dedi S, sudah melakukan koordinasi dengan unsur Muspika beserta Kepala Desa dan pemilik tanah. Pemilik bangunan telah bersedia membongkar bangunan. (SFA)

Sumber: BerbagaiMedia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: