Editorial

Ustad Maaher At Thuwailibi Sebut Pemerintah Kafir dan ‘Polisi’ Monyet Berseragam Coklat

Minggu, 29 Oktober 2017 – 09.45 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Ustad Maaher At Thuwailibi Hina Pemerintah dan sebut monyet-monyet berseragam coklat yang ditujukan kepada polisi. Hal ini terungkap dalam salah satu ceramahnya, Ustad Maaher At-Thuwailibi sebut polisi dengan kata monyet-monyet berseragam coklat itu bukan anti sama ISIS, dan dalam ceramahnya juga dia mengucapkan bahwa negara ini negara Thoghut dan negara ini tegak di dalam sistem Kufur.

Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi

Akhmad Saahal juga menomentari ceramah Maaher di akun twitternya @sahaL_AS: Maaher: Pemerintah, monyet2 berseragam coklat itu…. ISIS, HTI itu kambing Hitam. Ini negara thoghut, sistem kufur.

Banyak sekali netizen melaporkan video rasis yang di cc ke @DivHumasPolri dan @BNPTRI:

Pernyataan Ustad Maaher yang acap kali berpidato dengan kata-kata sarkas dan anti pemerintah, bahkan dia diduga juga masuk dalam jaringan Ikhwanul Muslim yang banyak dilarang di beberapa negara Islam dan barat, karena gerakan ini membahayakan negara dan bangsa.

Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood) adalah gerakan Islam radikal di Mesir yang telah dinyatakan sebagai organisasi teroris di beberapa negara di Timur Tengah. Artikel asli: and as of 2015, Muslim Brotherhood is considered a terrorist organization by the governments of Bahrain,Egypt, Russia, Syria, Saudi Arabia and United Arab Emirates.

Baca: Ramalan Gus Dur Terbukti, Infiltrasi Islam Garis Keras ke Muhammadiyah

Saat masih menjabat Menhan, Juwono Sudarsono pernah memberikan peringatan akan adanya gerakan radikal dari Timur Tengah yang menyusup pada partai Islam. Penyusupan gerakan radikal dari Timur Tengah tersebut bertujuan untuk mendirikan Negara Islam dan menghancurkan NKRI. Juwono Sudarsono meminta masyarakat waspada, karena penyusup menunggu momentum yang tepat untuk melakukan radikalisasi dan mendirikan Negara Islam. Pernyataan Anis Matta yang terkesan “membela ISIS” dan “memuja Osama Bin Laden” tentu tidak bisa kita lepaskan dari peringatan Juwono Sudarsono agar masyarakat waspada. Dan gerakan ini membahayakan NKRI karena mereka ingin membuat negara khilafah.

Apalagi jika kita bedah sejarah kelahiran PKS di Indonesia. Faktanya, memang tidak bisa lepas dari organisasi gerakan radikal di Timur Tengah yaitu Ikhwanul Muslimin. Fakta juga menunjukkan elit-elit PKS banyak yang lulusan dari Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Mesir. Ada benang merah yang terjalin jelas antara PKS-Indonesia, Ikhwanul Muslimin-Mesir dan Wahabi-Arab Saudi. Namun demikian fakta yang sudah jelas dan diketahui oleh publik tersebut masih sering dibantah oleh elit-elit PKS. Padahal dalam sebuah pernyataannya, Dr. Yusuf Qardhawi pernah menyebutkan bahwa Partai Keadilan (saat ini PKS) adalah perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin di Mesir.

Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI

Sejarah juga menunjukkan, sejak berdiri hingga saat ini, PKS dikelola oleh gerakan Tarbiyah yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan politik Ikhwanul Muslimin. Sejak tahun 80-an, gerakan Tarbiyah mampu menguasai kampus-kampus terkemuka seperti ITB, IPB, UI, UGM, Unpad, Unair, Unbraw dan Unhas. Mereka membentuk usroh-usroh yang dibimbing oleh para murobbi dan menyusupkan ideologinya melalui asistensi mata kuliah wajib Agama Islam. Tumbangnya rezim ORBA dan lahirnya reformasi 1998 merupakan momentum pertama gerakan Tarbiyah mulai berani membuka diri. Mereka lalu membentuk partai politik yang diberi nama Partai Keadilan. Meskipun hal ini tidak pernah diakui terang-terangan oleh PKS, namun melihat Jonru (Baca Jangan Suntikkan Racun “JONRU” Wahabi Ke Islam Nusantaraku) begitu “kebakaran jenggot” atas kedatangan Presiden Mesir Al-Sisi yang membasmi Muslim Brotherhood, bisa dipastikan pernyataan tersebut benar adanya.

Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood) menjadi besar dan kuat mendapat pendanaan dari Arab Saudi selama lebih dari 50 tahun. Ikhwanul Muslimin gerakan Radikal berafiliasi dengan ajaran Salafi Wahabi yang berasal dari Arab Saudi, dan dianut oleh teroris Al-Qaeda & ISIS. Dan di Mesir pun melalui Departemen Kementerian Wakaf (Agama) akan terus memantau dan melakukan pemeriksaan masjid dan perpustakaan di setiap Provinsi, untuk memastikan dua tempat itu bersih dari buku-buku yang mengajak pada “militansi dan ekstremisme”, baik perafiliasi dengan pemikiran Ikhwanul Muslimin maupun Salafi Wahabi.

Ikhwanul Muslimin di bawah Sayyid Quthb memiliki hubungan yang erat dan kepentingan yang sama dengan Wahabi di Arab Saudi. Baik Ikhwanul Muslimin di Mesir maupun Wahabi di Arab Saudi memiliki pemikiran yang sama tentang pemikiran Takfiri. Dalam pemikiran Sayyid Quthb, negara wajib hukumnya menjalankan syariat Islam. Sehingga jika ada pemerintah muslim yang abai terhadap kewajiban menjalankan syariat Islam, maka dianggap telah keluar dari akidah Islam dan layak diperangi.

Jika melakukan perang secara terbuka baik melalui kudeta maupun pemberontakan maka dipastikan gerakan Tarbiyah pasti akan hancur. Sejarah membuktikan, pemberontakan NII yang dipimpin oleh Danu Muhammad Hasan yang merupakan ayahanda Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, ternyata gagal total.

Bisa jadi belajar dari kegagalan pemberontakan NII, maka diputuskan untuk merebut kekuasaan dan mendirikan Negara Islam melalui jalur politik dengan mendirikan partai politik. Sedangkan untuk merebut kekuasaan dan mendirikan Negara Islam melalui jalan perang diserahkan kepada ISIS yang saat ini sedang menjadi sorotan dunia.

Dalam ceramahnya itu sepertinya dia merasa kecewa dengan disahkannya Perppu ormas menjadi Undang-undang. Sebab menurutnya, pembubaran HTI lewat Perppu Ormas merupakan pancingan agar ormas-ormas lain juga akan dibubarkan.

“Hizbut Tahrir dibubarkan lewat Perppu Nomor 2 itu kambing hitam. Pancingan. Nanti kalau sudah berhasil ini HTI, maka akan dibubarkan ormas-ormas lain. Bisa jadi Tarbiyah gitu kan, Tafaqquh Fiddin, LDKI, pecahan-pecahan PK dulu (Partai Keadilan), bisa saja kelompok-kelompok kita Tarbiyah, gerakan-gerakan HASMI misalnya, tandzim-tandzim sirri ini dibubarkan juga oleh mereka,” lanjutnya sebagaimana diketahui dalam video itu ketika di Masjid Al-Ikhwan, Bukit Cengkeh I, Depok.

Baca: Denny Siregar: Inilah Perang Politik PKS di Indonesia

Ustad seperti inilah yang sangat bahaya jika ceramah-ceramahnya menebarkan provokasi dan menghina bangsa dan negara hal ini dapat menghancurkan sebuah negara dan merusak persatuan dan kedamaian dalam keberagaman. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: