Fokus

Universitas NU Kalbar Gelar Acara Bedah Buku Haidar Baqir

Sabtu, 18 November 2017 – 16.37 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PONTIANAK – Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar Melayu mengadakan bedah buku dan talkshow Islam Tuhan, Islam Manusia di aula Kementerian Agama, Sabtu (18/11/2017).

Baca: Sumanto Al-Qurtuby: Waspadai Gerakan Kelompok “Islam Sontoloyo”

Kebenaran adalah barang milik orang beriman yang berceceran, pungut itu di manapun itu berada, karena kebenaran adalah hikmah. Pungutlah hikmah meski keluar dari mulut orang munafik

Menghadirkan langsung penulisnya Haidar Bagir yang dikenal juga sebagai direktur utama Kelompok Mizan dan pendiri Gerakan Islam Cinta, acara ini berhasil menarik minat para peserta. Acara ini juga dihadiri oleh Pihak Polda Kalimantan Barat yang juga sebagai narasumber.

Acara ini tidak hanya dihadiri pembaca karya Haidar Bagir yang muslim, tapi juga yang non-muslim. Semuanya berkumpul di aula Kementerian Agama hingga ada yang duduk di lantai hingga duduk di luar karena tidak kebagian kursi. Tampak hadir pula beberapa aktivis dan penggiat seni.

Perwakilan panitia dari Sahabat Mustofa mengucapkan permintaan maaf dalam kata sambutannya karena tidak bisa menyediakan ruangan yang lebih mumpuni untuk menampung audiens yang antusiasnya sangat tinggi.

Haidar Bagir mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan, dia tidak menyangka Pontianak menyambut karyanya dengan antusias. Di hadapan audiens dia menceritakan alasan dibalik lahirnya Islam Tuhan Islam Manusia, Agama dan Spiritualitas di Zaman Kacau.

Baca: Inilah Provokasi Berbahaya Wahabi, ‘Kamu Percaya Nabi Apa Kyai’?

Judul ini diakuinya dipilih dengan cepat, terlintas begitu saja ketika suatu pagi setelah dia menyelesaikan tulisannya dan seseorang bertanya apa judul buku yang sudah dia tulis.

“Tahun ini menjelang 60 tahun usia saya, berdasarkan obrolan dengan teman-teman saya maka terpikirlah untuk menandai usia 60 ini dengan menelurkan, buku mistakografi atau erografi. Buku yang berisi refleksi-reflekis saya mengenai kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi,” tuturnya.

Buku ini merupakan kumpulan beberapa tulisannya sejak tahun 1985, setebal 288 halaman, buku ini berisi tentang refleksinya terhadap berbagai kekacauan yang muncul dan dia menawarkan spiritulaitas sebagai alternatif untuk mengatasinya.

Dia yang telah aktif menulis di Pikiran Rakyat sejak masih jadi mahasiswa di Bandung mengungkapkan dari 25 tulisan yang dimuat di buku ini, ada beberapa tulisan baru yang ditulis untuk melengkapi artikel agar benang merahnya benar-benar tampak.

Baca: Politisasi Agama Cara Israel, Teroris & HTI Rampas Hak Orang Lain

“Saya merasa dunia kita sedang mengalami degradasi, saya menyebutnya meluruh, dunia kita seperti sedang menuju kekacauan, dunia yang meski terlihat maju tapi sudah di luar kontrol manusia yang menciptakannya,” tambahnya.

Dalam bukunya, Haidar Bagir yang oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) dimasukkan dalam daftar 50 teratas “Muslim Paling Berpengaruh di Dunia” versi “The Muslim 500” menawarkan pendekatan intra-Islam dengan bentuk Wasathiyah dan antaragama, peradaban dan budaya dalam toleransi hingga akhirnya menawarkan solusi berdasarkan pendekatan cinta ala sufisme.

Baca: Denny Siregar Bongkar Siapa Para Penyusup dalam Islam

“Kebenaran adalah cermin dari langit yang jatuh ke bumi dan digunakan oleh manusia. Kebenaran adalah barang milik orang beriman yang berceceran, pungut itu di manapun itu berada, karena kebenaran adalah hikmah. Pungutlah hikmah meski keluar dari mulut orang munafik,” katanya menutup bedah bukunya. (SFA)

Sumber: Tribun Pontianak

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: