Headline News

UNICEF: 4,5 juta anak-anak Yaman Putus Sekolah

Selasa, 18 April 2017 – 09.05 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) telah memperingatkan bahwa agresi Saudi terhadap Yaman dapat menghilangkan seluruh generasi pendidikan anak-anak tahun ini, dan memperingatkan bahwa konsekuensi dari keadaan ekonomi yang berkembang di Yaman kemungkinan akan menempatkan anak-anak ini berisiko lebih besar menikah dini atau direkrut sebagai tentara anak. (Baca: Krisis Kelaparan Hebat Melanda Yaman)

Perwakilan UNICEF di Yaman Mertixell Relano menyuarakan peringatan suram pada konferensi pers di ibukota Yaman, Sana’a, dan menambahkan bahwa selama tujuh bulan terakhir, lebih dari 3/4 guru Yaman belum menerima gaji mereka, hingga menyebabkan 4,5 juta anak-anak tidak mampu menyelesaikan sekolah tahun ini.

“Saat ini, kami memiliki lebih dari 166.000 guru di negara yang belum menerima gaji sejak Oktober tahun lalu. Ini kurang lebih 73 persen dari total jumlah guru di negeri ini,” katanya.

Jika guru yang terkena tidak menerima gaji mereka segera, anak-anak ini akan berisiko kehilangan tahun ajaran saat ini, dan akibatnya mereka akan putus sekolah serta anak laki-laki akan beresiko “direkrut (untuk layanan militer), atau gadis-gadis mungkin beresiko menikah sebelum waktunya,” Relano lebih lanjut mengatakan. (Baca: Krisis Pangan dan Kelaparan Hadiah Saudi kepada Rakyat Muslim Yaman)

“Uang adalah tulang punggung kehidupan. Tanpa itu, saya tidak berpikir siapa pun bisa hidup dan akan menderita. Kita hampir mengemis,” keluh Hoda al Khoulani, seorang guru di sekolah anak-anak di Sana’a.

Krisis ekonomi sebagian besar dimulai pada tahun lalu, ketika mantan presiden, Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, sekutu setia Arab Saudi, menduduki kota pelabuhan barat daya Yaman Aden dengan bantuan Riyadh, loyalis dan milisi, serta memindahkan ibukota negara itu dari Sana’a ke Aden. Kampanye militer Saudi saat ini telah memperburuk masalah-masalah ekonomi dan kemanusiaan di Yaman.

Sejak Maret 2015, Yaman telah banyak dibombardir oleh pesawat tempur Saudi sebagai bagian dari kampanye militer yang brutal terhadap negara miskin dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi dan menghancurkan gerakan revolusi Houthi Ansarullah.

Penghitungan terbaru menunjukkan bahwa perang yang dipaksakan sejauh ini telah menewaskan lebih dari 12.000 orang Yaman dan melukai ribuan lainnya. Agresi Saudi juga telah menghancurkan fasilitas umum, infrastruktur negara, menghancurkan banyak rumah sakit, sekolah, dan pabrik-pabrik.

Selama dua tahun terakhir, gerakan Houthi Ansarullah Yaman telah berjuang membela tanah air melawan kampanye militer Saudi. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: