Eropa

Uni Eropa Menolak Solusi Militer untuk Konflik Suriah

Sabtu, 08 April 2017 – 06.35 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BRUSSELS – Menanggapi serangan rudal Amerika Serikat ke Suriah, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, menolak solusi militer untuk konflik di Suriah, dan mengatakan bahwa Uni Eropa berkomitmen untuk kesatuan dan integritas negara Arab Suriah. (Baca: Jubir Kemenlu RI: Serangan AS ke Suriah Tak Direstui PBB dan Langgar Hukum Internasional)

“Uni Eropa sangat yakin bahwa tidak akan ada solusi militer untuk konflik di Suriah dan berkomitmen untuk kesatuan, kedaulatan, integritas teritorial dan kemerdekaan dari negara Suriah”, pejabat Uni Eropa menyatakan pada hari Jumat.

Mogherini mengatakan para pemimpin Uni Eropa menghargai langkah Washington dalam menyikapi penggunaan senjata kimia, tapi ia menekankan bahwa negosiasi satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik di Suriah.

Kapal perang AS di Laut Mediterania menembakkan rudal jelajah pada hari Jumat ke pangkalan udara di Homs, Presiden AS Donald Trump telah mengklaim serangan senjata kimia yang diduga telah diluncurkan oleh pemerintah Suriah di kota Khan Shaykhun provinsi barat laut Idlib pada 4 April. (Baca: Rusia: Serangan AS Jelas-Jelas Langgar Kedaulatan Suriah)

Presiden Trump memerintahkan serangan udara ke pangkalan Shayrat dengan dalih menghentikan serangan kimia jauh dari pangkalan udara.

Mogherini mengatakan AS “melancarkan serangan ke pangkalan udara Shayrat di Suriah dengan tujuan untuk mencegah dan menghalangi penyebaran dan penggunaan senjata kimia mematikan”.

Mogherini mengatakan AS telah menginformasikan ke Brussels bahwa serangan itu “terbatas dan difokuskan pada pencegahan dan menghalangi penggunaan lebih lanjut senjata kimia”. (Baca: Iran Kecam Keras Serangan AS ke Suriah)

Pemerintah Suriah telah membantah melakukan serangan kimia di Idlib. Damaskus menyalahkan kelompok militan yang melakukan penimbunan senjata kimia selama beberapa tahun terakhir. Dan serangan AS ke Suriah ini juga melanggar hukum internasional serta tidak ada mandat dari dewan keamanan Perserikatan bangsa-bangsa (PBB). (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: