Fokus

Ultimatum Rusia Sebabkan Perang Jalanan Antar Teroris di Ghouta Timur

Selasa, 13 Maret 2018 – 07.53 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Kelompok teroris di Ghouta Timur terlibat dalam bentrokan sengit setelah Rusia memberikan ultimatum kepada Faylaq al-Rahman untuk menyerang Jabhat Al-Nusra, juru bicara Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah melaporkan pada hari Senin. Brigadir Jenderal Vladimir Zolotokhin melaporkan bahwa pertempuran jalanan yang sulit sedang berlangsung di kalangan teroris di Ghouta Timur.

Baca: Tentara Suriah Serbu Benteng-benteng Teroris di Ghouta Timur

Zolotokhin lebih lanjut mengatakan bahwa pertikaian tersebut telah mencegah warga sipil meninggalkan wilayah tersebut dan telah memaksa mereka untuk mencari perlindungan, dan menambahkan bahwa bentrokan tersebut dimulai setelah Faylaq al-Rahman meminta pihak Rusia untuk membantu mereka untuk memutus hubungan dengan Al-Nusra.

Teroris berada dalam ketakutan dan kepanikan setelah kemajuan pesat pasukan Angkatan Darat Suriah di wilayah tersebut dan daerah Ghouta Timur terbagi menjadi tiga wilayah yang terpisah.

Zolotokhin mengatakan pada hari Minggu bahwa perwira di Pusat Rekonsiliasi Rusia meminta agar para pemimpin kelompok Faylaq al-Rahman tidak membuang waktu untuk memisahkan diri dari Al-Nusra untuk memastikan penarikan organisasi tersebut dari Ghouta Timur.

“Petugas pusat rekonsiliasi pihak-pihak yang bertikai mengadakan pertemuan dengan para pemimpin kelompok bersenjata Faylaq al-Rahman untuk segera memisahkan diri dari organisasi teroris Jabhat Al-Nusra. Mereka juga membahas masalah penarikan kelompok Al-Nusra dari Ghouta Timur sampai Idlib dan masa depan anggota Faylaq al-Rahman,” katanya.

Baca: Sekelompok Teroris Serahkan Diri ke Tentara Suriah di Ghouta Timur

Menurut Zolotokhin, situasi di Ghouta Timur tetap sulit dan tegang. Pada hari yang lalu, tujuh roket 120mm ditembakkan oleh militan dari Ghouta Timur ke pemukiman di Damaskus dan sekitarnya. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan.

“Meskipun ada provokasi teroris, pusat rekonsiliasi Rusia untuk kelompok-kelompok yang berperang bersama-sama dengan pemerintah Suriah melanjutkan operasi kemanusiaan di Ghouta Timur. Namun, jeda kemanusiaan ke-13 lainnya diamati dari pukul 09:00 sampai 14:00 untuk menjamin operasi kemanusiaan. Koridor untuk warga sipil dan militan dengan keluarga mereka meninggalkan daerah tersebut,” katanya.

Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa perwira di pusat Rusia sedang mengadakan pembicaraan dengan pejabat administrasi di sejumlah lingkungan Ghouta Timur mengenai kemungkinan bantuan medis dan bantuan lainnya untuk warga sipil, evakuasi tanpa hambatan dan aman melalui koridor kemanusiaan di dekat pemukiman al-Wafideen.

Baca: Teroris Serang Konvoi Ratusan Warga Saat Keluar dari Ghouta Timur Suriah

“Pos pemeriksaan tambahan berfungsi di dekat pemukiman Jesrin di bagian selatan Ghouta Timur. Pos pemeriksaan memiliki pusat pertolongan pertama, gerai makanan panas dan menawarkan kendaraan transportasi untuk membawa warga sipil ke daerah yang lebih aman,” kata Zolotokhin.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa petugas pusat rekonsiliasi Rusia, para mediator PBB dan pemimpin kelompok teroris Jeish al-Islam mengadakan pembicaraan untuk menyetujui aspek penarikan kelompok militan dari Ghouta Timur.

Laporan sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Suriah melanjutkan serangan mereka ke posisi teroris setelah berjam-jam gencatan senjata harian berakhir di Ghouta Timur pada hari Minggu siang dan mengepung kota Douma, benteng terpenting para teroris di wilayah tersebut. Tentara mulai menyerang pertahanan teroris dari daerah Modira yang baru dibebaskan dan maju ke Harasta.

Pasukan pemerintah kemudian menguasai beberapa bangunan di dekat Pusat Pengaturan Lalu Lintas, peternakan di dekat Modira dan dekat kota Harasta. Tentara yang maju bertemu satu sama lain di wilayah antara Harasta dan Modira dan mengepung kota strategis Douma, basis utama dan basis teroris terbesar di Ghouta Timur.

Sumber-sumber lapangan mengatakan bahwa daerah yang dikuasai teroris di Ghouta Timur kini telah terbagi menjadi tiga bagian wilayah Harasta, Douma dan Selatan. (SFA/FNA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 10 Teroris Faylaq Serahkan Diri ke Suriah | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: