Amerika

UEA Minta Bantuan AS Rebut Pelabuhan Hudaydah Yaman

Pelabuhan Hudaydah Yaman

WASHINGTON – Amerika Serikat sedang mempertimbangkan permintaan UEA untuk memberikan dukungan langsung dengan serangan untuk merebut pelabuhan Hudaydah yang dikuasai Houthi, kata para pejabat.

Para pejabat AS mengatakan, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah meminta penilaian cepat atas permintaan UAE untuk bantuan seperti penerbangan pesawat mata-mata dan pengawasan untuk membantu koalisi pimpinan Saudi merebut Hudaydah, seperti dilansir PressTv (04/06).

Baca: Saudi Perintahkan Militan Kepung Pelabuhan Hudaydah Yaman

Perdebatan tentang peningkatan dukungan AS ke UEA dan Arab Saudi terjadi di tengah meningkatnya operasi militer di sekitar pelabuhan Yaman, meskipun peringatan PBB akan efek bencana di negara miskin itu.

Delapan puluh persen pasokan makanan dan medis serta bantuan kemanusiaan mengalir melalui Hudaydah, gerbang utama. Sejak 27 Mei, pasukan yang didukung oleh Arab Saudi telah mendekati pelabuhan, dan mengklaim bahwa gerakan Ansarullah Yaman menggunakannya untuk pengiriman senjata.

Para pejabat Amerika mengatakan UAE dan Arab Saudi telah meyakinkan Washington bahwa mereka tidak akan berusaha untuk mengambil pelabuhan Laut Merah sampai mereka mendapat dukungan dari AS.

“Kami terus memiliki banyak kekhawatiran tentang operasi Hudaydah,” kata seorang pejabat senior AS, dikutip oleh The Wall Street Journal.

Baca: Perkosa Wanita Yaman, Suku-suku Hudaydah Kutuk Koalisi Saudi

“Kami tidak 100% merasa nyaman, bahkan jika koalisi itu melancarkan serangan, mereka akan dapat melakukannya dengan bersih dan menghindari insiden bencana,” pejabat itu menambahkan.

Utusan mantan presiden Abd Robuh Mansour Hadi di pemerintahan AS diperkirakan akan bertemu pada hari Senin untuk membahas apa yang harus dilakukan, kata surat kabar itu. Menurut Journal, Riyadh dan Abu Dhabi telah lama berusaha mendapatkan dukungan dari AS.

Tahun lalu, koalisi yang dipimpin Saudi tidak berhasil untuk mengamankan intelijen Amerika, pengawasan dan dukungan langsung dari pasukan elit militer AS untuk serangan terhadap Hudaydah, mantan pejabat pemerintah AS mengatakan.

Untuk saat ini, pejabat administrasi terkemuka yang terlibat dalam keberatan perdebatan tentang perluasan peran militer Amerika di Yaman, tetapi beberapa kembali memberikan bantuan kepada UEA, kata para pejabat.

“Kami memiliki orang-orang yang frustrasi dan siap untuk mengatakan: Ayo lakukan ini. Kami telah menggoda ini sejak lama. Perlu sesuatu untuk mengubah dinamikanya, dan jika kami membantu Emirat melakukannya lebih baik, ini bisa menjadi baik,” kata pejabat senior AS.

Baca: Ancaman Tak Biasa Yaman Jika Saudi Serang Pelabuhan Hudaydah

Beberapa pejabat pemerintah juga semakin kecewa bahwa upaya militer dan diplomatik telah macet, hingga memicu upaya untuk memangkas dukungan AS untuk pertempuran, kata laporan itu. Palang Merah dan PBB telah memperingatkan terhadap bahaya operasi yang dipimpin Saudi di Hudaydah.

“Agresi ke Hudaydah kemungkinan akan memperburuk situasi keamanan yang sudah kacau di Yaman,” kata François Moreillon, kepala Komite Internasional delegasi Palang Merah di Yaman.

Utusan khusus baru PBB di Yaman, Martin Griffiths, akan mempresentasikan proposalnya untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai ke Dewan Keamanan PBB dalam dua minggu ke depan. Dia telah secara terbuka memperingatkan bahwa serangan terhadap Hudaydah “akan mengambil kedamaian dari meja perundingan.”

“Kami semua sangat prihatin tentang kemungkinan konsekuensi kemanusiaan dari pertempuran di Hudaydah,” katanya. (SFA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Houthi Hajar Koalisi UEA dan Saudi di Hudaydah | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Saudi-UEA Sembunyikan Kekalahannya di Hodeida | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: