Headline News

UEA Gelontorkan 3 Miliar Dolar untuk Membiayai Kudeta di Turki

Rabu, 14 Juni 2017,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Uni Emirat Arab membiayai usaha kudeta pada tahun lalu di Turki dan membayar sekitar tiga miliar dolar kepada para pendukungnya, seorang kolumnis dalam sebuah harian Turki mengklaimnya.

Mehmet Acet, kolumnis untuk harian Yeni Safak, mengatakan pada hari Selasa bahwa Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu bermaksud memberi isyarat bahwa Uni Emirat Arab telah menghabiskan miliaran dolar untuk menggulingkan pemerintah Turki dalam kudeta pada bulan Juli 2016.

Cavusoglu dalam sebuah pernyataan baru-baru ini, mengatakan bahwa sebuah negara asing menyalurkan uang kepada para pengambil keputusan sambil membuat upaya untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“Kami tahu bahwa sebuah negara memberikan bantuan finansial sebesar $ 3 miliar untuk usaha kudeta di Turki dan berupaya untuk menjatuhkan pemerintah secara ilegal. Selain itu, ini adalah negara Muslim,” kata menteri luar negeri Turki, seperti dikutip oleh Acet.

Acet menguraikan klaimnya dalam sebuah wawancara dengan media Turki, dan mengatakan bahwa sumber di Kementerian Luar Negeri Turki telah mengkonfirmasi bahwa negara di balik kudeta tersebut memang Uni Emirat Arab.

“Menteri itu tidak menyebut nama negara. Namun, sumber dari kementerian luar negeri telah mengkonfirmasi bahwa itu adalah UEA,” kata Acet kepada surat kabar harian Sabah.

Sumber lain juga mengklaim bahwa media yang dekat dengan pemerintah di Abu Dhabi memang telah mentransfer uang ke Turki beberapa minggu sebelum kudeta dilakukan. Mereka mengatakan bahwa uang tersebut telah disalurkan ke elemen yang setia kepada Fethullah Gulen, seorang ulama yang berbasis di Amerika Serikat yang dituduh oleh Ankara telah mendalangi usaha kudeta tersebut.

Tepat setelah kudeta diumumkan pada 16 Juli tahun lalu, Turki melancarkan tindakan keras untuk memburu komplotan tersebut. Tindakan pelebaran tersebut kemudian menyebabkan lebih dari 40.000 penangkapan. Lebih dari 100.000 orang juga telah dipecat dari pekerjaan mereka.

Turki belum secara langsung menuduh sebuah negara memiliki peran dalam kudeta tersebut, yang menewaskan lebih dari 250 orang. Namun, ucapan Cavusoglu muncul di tengah kebuntuan diplomatik yang meluas di wilayah Teluk Persia. Turki telah membela Qatar dari tuduhan terorisme oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Ankara dan Abu Dhabi juga berselisih mengenai situasi di Libya, di mana kedua negara mendukung sisi yang berbeda dalam konflik di negara Afrika itu. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: