Headline News

UEA Akan Merilis Film Dokumenter Tentang Peran Qatar Dibalik Peristiwa 9/11

Rabu, 26 Juli 2017 – 05.17 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ABU DHABI – Sebuah media yang terkait dengan dinasti penguasa Uni Emirat Arab dilaporkan berencana merilis sebuah film dokumenter yang mengklaim bahwa Qatar berada di balik serangan 9/11, di tengah keretakan yang melebar di antara kerajaan-kerajaan Arab Teluk Persia. (Baca: CIA Hapus Jejak Keterkaitan Saudi dalam Serangan 9/11)

Menurut sebuah laporan Gulf News, Sky News Arabia, yang dimiliki oleh anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi Mansour bin Zayed Al Nahyan, dijadwalkan menayangkan film dokumenter berjudul “Qatar … The Road to Manhattan” pada hari Rabu.

Film dokumenter ini berfokus pada kunjungan 11/11 mastermind Khalid Sheikh Mohammad ke Qatar pada tahun 1996 dan juga “dukungan jangka panjang Qatar untuknya, termasuk perlindungan dan bantuan keuangan, untuk mencapai tujuan dan rencana terorisnya,” kata laporan tersebut.

Dalam bagian opini Wall Street Journal pada 18 Juni, Duta Besar Qatar untuk Amerika Serikat Sheikh Meshal bin Hamad Al Thani membuat tuduhan yang sama terhadap UEA. “Emirat bukan Qatar, termasuk di antara pembajak yang menerbangkan pesawat ke Menara Kembar, ” tulisnya. “UEA dipilih dalam laporan Komisi 9/11 karena perannya dalam pencucian uang kepada teroris,” diplomat Qatar menambahkan. (Baca: Fisk Pada Trump; Arab Saudi Sumber Teroris Bukan Iran)

Dari 19 pembajak dalam serangan 9/11, tidak ada satupun warga negara Qatar. Dua di antaranya berasal dari UEA dan 15 orang Saudi. Osama bin Laden lahir dan besar di Arab Saudi dan Khalid Sheikh Mohammad adalah orang Pakistan.

Laporan bahwa seorang menteri Qatar berpangkat tinggi yang melindungi Khalid Sheikh Mohammad dari CIA pada tahun 1996 bukanlah hal baru. Namun, mereka diulang di tengah pelebaran sengketa antara negara-negara Arab terkemuka dan Qatar setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni, dengan menuduh Doha mendukung terorisme.

Keempat negara Arab juga menangguhkan semua lalu lintas darat, udara, dan laut dengan Qatar. Doha membantah tuduhan tersebut dan menolak untuk memenuhi daftar tuntutan yang diteruskan kepadanya oleh negara-negara pemboikot. Daftar tersebut, antara lain, meminta Qatar untuk menutup televisi Al Jazeera, membatasi hubungan dengan Iran dan menutup sebuah pangkalan militer Turki. (Baca: Saudi Bayar Veteran AS untuk Gagalkan JASTA)

Terlepas dari Emir Kuwait dan presiden Turki, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan perwakilan dari Eropa telah mengunjungi daerah tersebut dalam beberapa pekan terakhir dalam upaya untuk menenangkan ketegangan antara negara-negara Arab di Teluk Persia, semuanya sia-sia.

Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash menolak permintaan Qatar untuk berdialog, dengan mengatakan bahwa Doha harus mengubah kebijakannya sebelum perundingan dapat dilakukan untuk mengangkat blokade yang dipimpin oleh Saudi. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: