Fokus

Turki Serahkan Kontrol Afrin ke Teroris Faylaq Al-Rahman

Perang Suriah

SURIAH – Kelompok Faylaq al-Rahman merekrut pasukan di Afrin, seiring laporan yang mengungkapkan upaya Turki untuk mentransfer kontrol keamanan kawasan itu kepada para militan yang telah meninggalkan Ghouta Timur Damaskus, seperti dilansir FNA (16/05).

Baca: Rusi ke Turki, Serahkan Afrin Segera ke Pemerintah Suriah

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan pada hari Rabu bahwa teroris Faylaq al-Rahman yang telah meninggalkan Ghouta Timur setelah kesepakatan dengan tentara Suriah, sekarang merekrut militan dan menculik Brigade 135 di pangkalan wilayah Shera di timur laut Afrin yang sebelumnya di bawah kendali suku Kurdi, dengan dukungan Turki.

Sementara itu, sumber informasi mengatakan bahwa Faylaq al-Rahman diperintahkan oleh Abdolnasser Shamir, merekrut dan melatih anggota yang sebelumnya ditempatkan di Ghouta Timur, di Afrin. Faylaq al-Rahman membayar gaji 200 dolar setiap bulan kepada siapa saja yang bergabung dengan kelompok teroris tersebut.

Baca: Komandan Baru Teroris Faylaq Rahman Suriah Curi Uang 242.000 US

Sebelumnya, sumber telah mengungkapkan bahwa kontrol keamanan Afrin akan ditransfer ke Faylaq al-Rahman setelah serangkaian pertemuan antara pejabat Turki dan komandan kelompok teroris.

Laporan yang relevan mengatakan pada hari Selasa bahwa kelompok militan yang didukung Ankara terus memeras warga sipil, mengusir mereka dari unit perumahan dan menjarah aset mereka di wilayah Afrin, Barat Laut Aleppo, hampir dua bulan setelah pasukan Turki dan militan sekutu menduduki kota tersebut.

Para pria bersenjata dari Brigade Sultan Murat, yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Suriah yang didukung Turki, memaksa penduduk desa di Naza daerah Shera untuk meninggalkan rumah mereka.

Baca: Kelompok Bersenjata Dukungan Turki Rampok Sejumlah Besar Toko di Afrin Suriah

Sementara itu, sebuah sumber lapangan mengatakan bahwa kelompok militan yang didukung Ankara menempatkan 20 keluarga teroris Ghouta Timur di desa Kafr Jenah, dan menambahkan bahwa sebagian besar aset dan properti penduduk desa dijarah oleh militan yang didukung Turki. Sumber lebih lanjut mengatakan bahwa kabel listrik telah dicuri dan sekolah di desa telah dirusak oleh pasukan Ankara.

Para militan juga menangkap sejumlah orang yang merupakan warga Afrin dekat pos pemeriksaan Tarnadeh, kemudian meminta keluarga mereka membayar tebusan untuk pembebasannya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: