Eropa

Turki Desak AS Pecat Diplomatnya yang Dukung Kurdi

Jum’at, 19 Mei 2017 – 13.44 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Pihak Turki serukan pemecatan seorang pejabat Amerika yang telah mengkoordinasikan koalisi internasional, konon melawan teroris ISIS Takfiri di Irak dan Suriah saat meningkatnya ketegangan antara Ankara dan anggota dari aliansi yang dipimpin Washington. (Baca: Turki-Jerman Memanas Pasca Demo Puluhan Ribu Warga Frankfurt Dukung Kurdi)

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Kamis (18/05), menuduh diplomat AS Brett McGurk mendukung Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang dipandang Ankara sebagai cabang Partai Pekerja Kurdistan Suriah (PKK) yang telah memperjuangkan wilayah otonomi di Turki, sejak tahun 1984.

“Brett McGurk pasti memberikan dukungan kepada PKK dan YPG. Akan sangat berguna jika orang ini diganti,” kata Cavusoglu kepada televisi swasta NTV.

Turki telah meningkatkan serangannya terhadap posisi PKK di Irak utara dan pos-pos YPG di Suriah selama beberapa minggu terakhir. (Baca: Kurdi Beberkan Dokumen Keterlibatan Turki Dukung ISIS)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menjelaskan bahwa dia mengharapkan adanya perubahan haluan dari Washington mengenai langkah tersebut.

Ketegangan juga meningkat antara Turki dan anggota koalisi lainnya, Jerman, setelah Ankara menolak memberikan izin kepada anggota parlemen Jerman untuk mengunjungi tentara mereka yang bertugas di Pangkalan Udara Incirlik di Turki selatan.

Pada hari Senin, juru bicara Kanselir Jerman Steffen Seibert mengutuk keputusan Turki dan memperingatkan bahwa Berlin sekarang akan “mencari lokasi alternatif” untuk personil militernya.

Jerman memiliki lebih dari 250 tentara yang dikirim ke Incirlik, menggunakan pangkalan udara itu untuk menerbangkan jet-jet Tornado ke Suriah dan mengisi bahan bakar untuk penerbangan koalisi pimpinan AS yang diduga memerangi kelompok teroris ISIS Takfiri di Irak dan Suriah. (Baca: Salah Satu Anggota Parlemen Turki Tuduh Erdogan Gunakan ISIS untuk Melawan Kurdi)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Martin Schaefer mengatakan bahwa penolakan Turki terhadap kunjungan tersebut terkait dengan keputusan Berlin untuk memberikan suaka kepada tentara Turki yang dituduh Ankara berpartisipasi dalam kudeta yang gagal pada tahun lalu terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Media Jerman telah melaporkan bahwa lebih dari 400 personil militer Turki, diplomat, hakim dan pejabat lainnya serta keluarga mereka telah mencari suaka politik di Jerman. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: