Headline News

Turki Bersumpah Akan ‘Merobek’ Pasukan YPG di Afrin Suriah

Minggu, 14 Januari 2018 – 06.54 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengumumkan kemungkinan operasi militer di Afrin, Suriah, yang bertujuan untuk menghilangkan “koridor teroris” di perbatasan selatan Turki. Tentara Turki memulai tembakan artileri ke posisi milisi Kurdi di kota Afrin, surat kabar Hurriyet melaporkan.

Baca: Pasukan Kurdi di Suriah Hancurkan Tank Turki

Menurut surat kabar tersebut, Angkatan Bersenjata Turki menembakkan 10 tembakan dari wilayah distrik Reyhanli di provinsi Hatay, Turki.

Setelah operasi militer, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan kemungkinan operasi militer di Afrin Suriah pada 13 Januari, dan menambahkan bahwa Turki akan menghapus perbatasannya dengan “teroris”.

“Jika teroris di Afrin tidak menyerah, kami akan meruntuhkannya,” kata Erdogan kepada Partai AK yang berkuasa di kota Elazig, Turki timur, yang berbicara tentang pasukan YPG, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Ankara.

Seperti yang dikemukakan oleh Erdogan, YPG Kurdi berusaha menciptakan “koridor teroris” di perbatasan selatan Turki, yang menghubungkan daerah-daerah yang dikuasai orang-orang Kurdi ke timur.

Baca: Faisal Mekdad: Kehadiran AS, Turki di Suriah Ilegal dan Tak Dapat Diterima

“Dengan operasi Perisai Efrat kami memotong koridor teroris tepat di tengah, kami memukul mereka suatu malam tiba-tiba. Dengan operasi İdlib, kami runtuh di sayap sebelah barat,” kata Erdogan.

Presiden melanjutkan dengan mengatakan bahwa Turki merasa tidak puas dengan AS karena gagal berpegang pada janji mereka, dan mengomentari keputusan Washington untuk menghentikan pasokan senjata ke pasukan Kurdi, yang diumumkan pada bulan Desember 2017. Namun, sampai sekarang, AS telah gagal membuktikan sikap mereka dengan bukti yang terdokumentasi dan pernyataan dari Gedung Putih terus berbeda dalam masalah ini.

“AS mengirim 4.900 truk senjata ke Suriah. Kami tahu ini, bukan apa yang dilakukan sekutu,” kata Erdogan. “Kami tahu mereka mengirim 2.000 pesawat penuh senjata”. (SFA)

Sumber: Sputnik News

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: