Headline News

Turki Akan Dirikan Kamp Militer di Idlib Suriah

Senin, 08 Mei 2017 – 05.42 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Tentara Turki akan mengerahkan pasukan ke provinsi Idlib yang dikuasai teroris dan mendirikan pangkalan militer disana, sebuah laporan mengatakan.

Saluran TV al-Mayadeen yang berbasis di Beirut mengutip sumber-sumber yang mengatakan pada hari Sabtu bahwa militer Turki telah mengirim sebuah telegram ke kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di Idlib dan menginformasikan kepada mereka mengenai rencana tersebut. (Baca: Kesepakatan Terbaru Rusia dengan Turki di Suriah)

Pasukan Turki, katanya, tidak akan menyerang kelompok teroris Jabhat Fateh al-Sham, namun akan melakukan proses “diplomatik” dan mendorong mereka untuk mengevakuasi diri dari Idlib dan menyerahkan posisi mereka kepada tentara Turki.

Seorang utusan Turki secara pribadi menyampaikan pesan tersebut dalam sebuah pertemuan dengan pemimpin kelompok militan di Idlib, kata laporan tersebut.

“Pasukan Turki sementara akan ditempatkan di dalam desa-desa perbatasan dengan kendaraan lapis baja dan pasukan infanteri sebagai langkah awal,” bunyi telegram tersebut. (Baca: Majalah Intelijen Bongkar Wajah Busuk Qatar dan Turki Bantu ISIS di Suriah)

Telegram itu lebih lanjut mendesak militan untuk tidak mempertimbangkan pasukan Turki sebagai pasukan pendudukan karena mengeluarkan “peringatan keamanan” terhadap perlawanan apapun.

Laporan tersebut mengutip seorang perwira Suriah yang memisahkan diri dengan militan yang mengkonfirmasikan persiapan tentara Turki untuk memasuki Idlib dan mendirikan pangkalan militer disana. Namun, kantor gubernur di provinsi Hatay selatan Turki membantah laporan tersebut. (Baca: Riyadh Haddad: Turki Ciptakan Dua Kelompok Teroris Baru di Suriah)

“Pernyataan seperti itu yang diklaim oleh beberapa situs berbahasa Arab dan akun media sosial mengatakan bahwa tentara Turki akan memasuki wilayah Idlib tidak mencerminkan kebenaran,” katanya dalam sebuah pernyataan. Rencana penyebaran dugaan tersebut akan segera dilakukan setelah Turki, Iran dan Rusia sepakat di Astana, Kazakhstan untuk menciptakan empat zona deeskalasi di medan perang utama di Suriah. (SFA)

Sumber: Al Mayadeen.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: