Artikel

Tulisan Netizen ‘Tampar’ Wajah Pembenci Islam Nusantara

Islam Nusantara Bukan Madzhab
Islam Nusantara Bukan Madzhab, Ketum PBNU

JAKARTA – Inilah jawaban telak netizen dengan akun facebook Rizal Iqbal kepada para pembenci Islam Nusantara. berikut ulasannya:

WALI SONGO DAN ISLAM NUSANTARA

Agama Islam bukan agama tertua di Indonesia, sudah ada Agama Hindu dan Budha yang hadir sebelumnya. Agama yang mengikuti kebesaran beberapa kerajaan besar yang pernah ada di Nusantara ini, seperti Sriwijaya dan Majapahit.

Baca: Nadirsyah Hosen: Islam NUsantara itu tidak anti-Arab

Meski agama Islam masuk Nusantara diperkenalkan oleh saudagar dan pedagang dari Gujarat namun penyebarannya tidak bisa dilepaskan dari peran sembilan Ulama, Wali Songo. Mereka punya peran besar dalam penyebaran agama Islam. Khususnya ditanah Jawa.

Cara mereka berdakwah dalam menyebarkan agama sangatlah unik, melalui budaya dan berbaur dengan adat istiadat masyarakat setempat yang saat itu masih didominasi umat beragama Hindu, Budha, Kejawen bahkan animesme. Seni gamelan dan tembang, seni wayang serta perayaan ritual-ritual, adalah budaya dan adat yang biasa dilakukan masyarakat setempat pada saat itu.

Wali Songo tidak konfrontatif terhadap adat dan budaya tersebut, justru mereka memanfaatkannya sebagai media dakwah. Ada yang disisipkan tentang hakekat Islam dan ada yang diubah sesuai dengan syari’at Islam.

Saat itu keramain dan perayaan ritual dimaksudkan sebagai penghormatan kepada dewa-dewa. Oleh Sunan Kalijogo ritual perayaan tersebut diganti dengan perayaan untuk menghormati hari-raya-raya Islam.

Baca: Agus Sunyoto; Wahabi Singkirkan Wali Songo

Karena orang Jawa menyukai seni musik atau dalam hal ini yaitu gamelan, maka penghormatan terhadap Hari Raya Islam diberikan unsur gamelan. Salah satunya yaitu pada hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Di dalam masjid diadakan tabuh gamelan, agar orang-orang tertarik. Jika sudah berkumpul kemudian diberikan pelajaran tentang agama Islam. Untuk keperluan itu, para Wali menciptakan seperangkat gamelan yang dinamakan Kyai Sekati.

Baca: Habib Lutfi: Waspada! Isu Syiah Dibuat Supaya Habaib dan Kiai Pecah

Itulah cara dakwah yang dilakukan Wali Songo. Mereka berdakwah tanpa menyakiti pemeluk agama lain. Memberikan pemahaman tentang Islam tanpa menghina kepercayaan yang lain. Mereka mengajak bukan memaksa, mereka berdamai bukan menyerang. Apakah Islam akan besar jika dilakukan dengan arogansi keimanan?

Islam Nusantara bukan agama baru dan bukan aliran dalam Islam tapi hakekat umat Islam yang bisa merangkul dan bekerjasama dengan umat agama lain yang ada di negeri ini. Mau bertoleransi seperti toleransinya Sunan Kudus saat meminta seluruh warga kota Kudus untuk tidak menyembelih dan memakan daging sapi demi untuk menghormati para pemeluk agama Hindu. Dengan metode tersebut, banyak pemeluk agama Hindu bersimpati kepada Sunan Kudus dan bersedia masuk Islam.

Baca: Salafy Wahabi Gagal Pahami Nasionalisme dan Islam Nusantara

Jadi kenapa ada yang meributkan istilah Islam Nusantara dengan pemikiran-pemikiran liar dengan narasi seolah hadir sebuah aliran baru dalam agama Islam. Islam Nusantara sudah diterapkan sejak abad ke 14 oleh Wali Songo. Cara-cara ulama-ulama besar itulah yang membesarkan Islam di Bumi Nusantara ini. (SFA)

Sumber Akun facebook Rizal Iqbal

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: