Amerika

Trump Izinkan Polisi Gunakan Peralatan Militer untuk Hadapi Demonstran

Selasa, 29 Agustus 2017 – 13.22 Wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Administrasi Presiden AS Donald Trump bersiap untuk mencabut larangan pengalihan beberapa peralatan militer surplus ke departemen kepolisian yang telah menggunakan kendaraan lapis baja dan perlengkapan perang lainnya untuk menghadapi kelompok protes damai di seluruh negeri.

Baca: Trump: Saya Sedang Diselidiki Karena Memecat Kepala FBI

Program kontroversial tersebut diblokir pada bulan Mei 2015 oleh Presiden Barack Obama di tengah sebuah protes setelah polisi menanggapi dengan gaya perang terhadap kerusuhan di pinggiran kota St. Fergus Ferguson dan kota-kota lainnya.

Trump dilaporkan berencana untuk menandatangani sebuah perintah eksekutif yang membatalkan perintah eksekutif Obama yang menghentikan penggunaan kendaraan lapis baja, pesawat terbang atau kendaraan yang dilengkapi senjata api, senjata kaliber besar, peluncur granat, rompi anti peluru, perisai anti huru hara, senjata api, amunisi dan peralatan berat lainnya di jalanan Amerika.

Baca: Tanda Tangan Rasis Terbaru Presiden AS Donald Trump

Jaksa Agung Jeff Sessions akan menghadiri pertemuan tahunan Fraternal Order of Police pada hari Senin, dia diharapkan bisa menjelaskan secara garis besar program, dimana “aset yang seharusnya dibatalkan dapat dikembalikan untuk membantu penegakan hukum negara bagian, lokal, dan kesukuan, lebih melindungi keamanan publik dan mengurangi kejahatan,” menurut dokumen yang diperoleh The Associated Press.

Menurut ringkasan administrasi Trump dari program baru yang disirkulasikan ke beberapa lembaga penegak hukum, tatanan Trump akan mengembalikan “cakupan penuh program yang sudah berjalan lama untuk daur ulang surplus, perlengkapan menyelamatkan nyawa dari Departemen Pertahanan, bersamaan dengan mengembalikan cakupan penuh hibah yang digunakan untuk membeli peralatan jenis ini dari sumber lain”.

Baca: Para Pegawai Federal di Amerika Muak dengan Donald Trump

“Aset yang seharusnya dibatalkan dapat direncanakan kembali untuk membantu negara, penegakan hukum lokal dan kesukuan, lebih melindungi keselamatan publik serta mengurangi kejahatan.”

Obama telah memerintahkan pemerintah federal untuk menghentikan penyediaan peralatan militer oleh departemen kepolisian, menyusul kerusuhan di kota-kota AS disebabkan kematian orang kulit hitam di tangan sebagian besar petugas polisi kulit putih.

Obama mengatakan bahwa penggunaan peralatan berat zona perang memicu rasa takut dan marah terhadap polisi dan membuatnya terlihat seperti “kekuatan penjajah”.

Larangan tersebut merupakan bagian dari upaya Obama untuk meredakan ketegangan antara departemen penegakan hukum dan komunitas minoritas sebagai reaksi atas demonstrasi mengenai kekerasan polisi di seluruh AS.

Dia mengambil tindakan setelah sebuah kelompok khusus yang dia ciptakan pada bulan Januari 2015 memutuskan bahwa departemen kepolisian harus dilarang menggunakan dana federal untuk mendapatkan peralatan militer. Militerisasi polisi dan penggunaan taktik berat terhadap pemrotes, terutama di komunitas beda warna seperti Ferguson dan Baltimore, telah menjadi perhatian utama banyak orang di Amerika Serikat. (SFA)

Sumber: PTV

To Top
%d bloggers like this: