Amerika

Trump Akan Jual Rudal THAAD Saat Kunjungannya ke Saudi pada Akhir Mei

Sabtu, 06 Mei 2017 – 06.52 Wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump berencana menandatangani kesepakatan senjata multi-miliar dolar dengan Arab Saudi dalam kunjungan mendatangnya ke negara tersebut, termasuk kemungkinan penjualan sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). (Baca: Kapal Perusak USS Cole Dikirim Untuk Lindungi Aliansi Saudi dari Rudal Houthi)

Trump telah memutuskan untuk mengunjungi Arab Saudi sebelum berangkat ke Israel dalam perjalanan internasional perdananya, sebuah langkah yang menggarisbawahi pentingnya kerajaan tersebut dalam kebijakan luar negeri AS.

Presiden AS juga berencana akan meningkatkan hubungan dengan sekutu kunci mereka di Timur Tengah, yang menjauhkan diri dari Washington setelah ketegangan dengan mantan Presiden Barack Obama atas kesepakatan nuklir bersejarah antara Iran dan enam kekuatan dunia. (Baca: Monarki Saudi-Wahabi Senjata Amerika Hancurkan Islam dari Dalam)

Trump juga berencana memenuhi janjinya untuk meningkatkan pekerjaan manufaktur di AS dengan menawarkan kepada Riyadh serangkaian penawaran senjata yang luas, Reuters melaporkan pada hari Jumat, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya dalam pemerintah.

Rupanya, Trump akan menawarkan kesepakatan dengan produsen senjata Lockheed Martin kepada sistem rudal THAAD senilai $ 1 miliar, serupa dengan yang dikirim AS ke Korea Selatan.

Paket Lockheed juga akan mencakup sistem perangkat lunak Command, Control, Battle Management and Communication (C2BMC) serta serangkaian kemampuan satelit.

Kepala negara Amerika Serikat juga akan menawarkan kesepakatan senilai $ 11,5 miliar kepada Saudi untuk empat kapal perang multi misi dan dukungan teknis. Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui kesepakatan tersebut pada tahun 2015, bagaimanapun, hal itu tidak pernah berjalan karena adanya ketidaksepakatan di kedua belah pihak. (Baca: Amerika Ketakutan, Rusia Buat Senjata Laser yang Bisa Jatuhkan Satelit AS)

Ini akan menjadi pertama kalinya dalam beberapa dekade bahwa Washington menjual kapal perang permukaan kecil baru ke negara asing. Kesepakatan itu ditangguhkan oleh Obama karena masalah hak asasi manusia. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: