Fokus

Tolak Normalisasi Hubungan Riyadh-Israel, Saudi Tangkap Aktivis

Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi

ARAB SAUDI – Otoritas Saudi telah menangkap beberapa aktivis karena mengecam upaya-upaya yang dilakukan oleh Riyadh, terutama Pangeran Mahkota Mohammad Bin Salman, untuk menormalkan hubungan diplomatik dengan Israel, seperti dilansir FNA (19/05).

Baca: Aktivis: Hidup di Arab Saudi Seperti Budak

Surat kabar al-Quds al-Arabi mengutip para aktivis media sosial mengatakan bahwa pihak berwenang Saudi pada Kamis lalu menahan dua aktivis laki-laki bernama Dr. Mohammad al-Rabi’eh dan Dr. Ibrahim al-Madimiq dan empat aktivis perempuan, termasuk Lajin al-Hazloul, Azizeh al-Yousef, Iman al-Nafjan dan Noureh Faqih, yang semuanya menentang upaya Riyadh untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

Dalam laporan yang relevan pada bulan Februari, surat kabar Qatar melaporkan bahwa pasukan Saudi menahan Noha al-Balawi, seorang aktivis perempuan, karena sebuah tulisan yang ia publikasikan di halaman Twitter-nya, yang mengkritik normalisasi hubungan dengan Israel.

Baca: Analis: Bin Salman korbankan Palestina hanya untuk normalisasi hubungan dengan Israel

Balawi yang mengenakan niqab dalam video yang dipublikasikan, menyatakan bahwa hubungan Israel-Saudi hanya akan melayani kepentingan rezim Tel Aviv, dan akan merugikan negara-negara Arab.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita televisi 24 Perancis pada 13 Desember 2017, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kerajaan memiliki “peta jalan” untuk membangun hubungan diplomatik penuh dengan rezim Tel Aviv.

Pada pertengahan November tahun lalu, sebuah koran Lebanon menerbitkan dokumen rahasia yang menunjukkan bahwa Saudi bersedia menormalkan hubungan dengan Israel sebagai bagian dari upaya perdamaian Israel-Palestina yang dipimpin AS dan menyatukan negara-negara sekutu Saudi terhadap Iran.

Dokumen yang diterbitkan oleh al-Akhbar, adalah surat dari menteri luar negeri Saudi untuk bin Salman, yang menjelaskan kepentingan kerajaan untuk menormalkan hubungan dengan Israel. Surat itu mengatakan persesuaian antara Arab Saudi dan Israel memiliki risiko bagi kerajaan karena kekuatan Palestina di kalangan Muslim.

Baca: Pertemuan ‘Busuk’ Putra Mahkota Saudi dengan Lobi Zionis di AS

Kesediaan Saudi untuk meningkatkan hubungan dengan Israel telah menyinggung beberapa negara Arab, termasuk Yordania.

Mengenai masalah pengungsi Palestina, surat itu mengatakan Saudi akan bersedia membantu sekitar lima juta pengungsi Palestina di seluruh dunia menetap di negara tuan rumah daripada dibawa kembali ke wilayah Palestina yang diduduki. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: