Internasional

Tolak Kesepakatan Impor Gas, Rakyat Yordania Akan Duduki Kedubes Israel dan Demo Besar-besaran

Minggu, 02 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, YORDANIA – Ribuan massa turun ke jalan di kota Amman, pada hari Sabtu, untuk mengecam dan mengutuk penandatanganan kesepakatan Impor gas dari Israel selama 15 tahun, yang nilainya mencapai $10 miliar. (Baca: Surat Kabar Israel Ungkap Kunjungan Rahasia Pejabat Yordania ke Tel Aviv)

Demonstrasi ini dimotori oleh Gerakan Islam, gerakan pemuda, organisasi masyarakat dan serikat buruh yang bekerjasama dengan Komite Koordinasi Kelompok Anti Import Gas dibawah simbol “Kesepakatan Para Penjajah Gas”, thelinkyemen.net (01/10) memberitakan.

Salah satu penyelenggara mengatakan demonstrasi ini dalam rangka menjaga kedaulatan negara, dan menolak perjanjian yang tunduk kepada musuh dan mengecam normalisasi hubungan dengan Zionis Israel. Sebagian demonstran juga mengenakan t-shirt bertuliskan “Gas Musuh Sang Penjajah”.

Di depan Mesjid Agung Mafraq, usai shalat Jumat, para jamaah shalat turun ke jalan sebagai aksi protes dan kecaman atas kesepakatan gas, dan para peserta meneriakkan slogan-slogan yang mengecam kesepakatan itu dan bahaya bagi Rakyat Yordania. (Baca: FAKTA.. Kurikulum Sekolah di Yordania Dukung Zionis Israel Tak Bela Palestina)

Sementara itu aparat keamanan berupaya mencegah kelompok Kalaoti, yang dikenal dengan sebutan “Jack” yang hendak menduduki Kedutaan Israel di kota Rabieh, sebelah barat Ibukota Amman untuk melawan kesepakatan gas.

Yordania Electrik Power Company, Senin lalu, telah menandatangani perjanjian impor gas dari Israel untuk jangka waktu 15 tahun, terhitung dari tahun 2019. Kesepakatan inilah yang memicu kemarahan dan kecaman rakyat Yordania, dengan slogan “Lawan normalisasi hubungan dengan Zionis Israel karena itu adalah Gas Rampasan Rakyat Palestina”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: