Asia

Tokyo: Korut Telah Menembakkan Rudal ke Arah Jepang

Sabtu, 29 Juli 2017 – 05.21 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JEPANG – Perdana Menteri Jepang meminta sebuah pertemuan darurat setelah Korea Utara menembakkan rudal yang mungkin telah mendarat di laut lepas Jepang.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa peluncuran rudal yang dilaporkan sedang dianalisis, dia juga telah memanggil sebuah pertemuan Dewan Keamanan Nasional. (Baca: Takut Hadapi Korut, AS Bentuk Pusat Intelijen di Korsel)

Abe mengatakan bahwa masyarakat internasional harus meningkatkan sanksi atas Korea Utara akibat dari peluncuran rudalnya yang terbaru. Peluncuran tersebut, kata PM Jepang, menunjukkan bahwa “ancaman terhadap keamanan Jepang menjadi sangat serius dan nyata.”

“Selama Korea Utara terus melakukan tindakan provokatif semacam itu, tidak ada yang menghindari kontak erat dengan masyarakat internasional, dimulai dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, China dan Rusia, dan selanjutnya memperkuat tekanan,” Abe menyatakan.

Sesaat setelah komentar Abe, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengumumkan pada dini hari Sabtu  (29/07), bahwa sebuah rudal Korea Utara telah melintas sekitar 45 menit dan tampaknya telah mendarat di perairan zona ekonomi eksklusif Jepang, namun tidak ada laporan segera mengenai kerusakan. (Baca: CIA & Intelijen Korsel Rencanakan Pembunuhan Kim Jong-Un dengan Zat Kimia)

Suga menambahkan bahwa peluncuran rudal itu tidak dapat diterima dan jelas melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan mengatakan bahwa Jepang telah melakukan demonstrasi dengan persyaratan yang paling kuat.

Di Washington, juru bicara Pentagon, Kapten Angkatan Laut Jeff Davis, mengkonfirmasi bahwa peluncuran rudal balistik dari Korea Utara telah terdeteksi. Dia mengatakan, “Kami sedang menilai dan akan segera mendapatkan informasi lebih lanjut.”

Pentagon mengatakan bahwa rudal tersebut merupakan rudal balistik antar benua (ICBM), yang menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer. Pyongyang mendapat tekanan internasional karena program rudal dan nuklirnya. (Baca: Amerika Aktifkan Sistem Pertahanan Rudal THAAD di Korsel)

Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya perlu melanjutkan dan mengembangkan kekuatan misilnya untuk mempertahankan bangsa di hadapan Amerika Serikat dan hegemoni sekutu regionalnya.

Pada tanggal 4 Juli, pada hari Kemerdekaan AS, Pyongyang melakukan uji coba sebuah ICBM yang mampu memberikan “hulu ledak nuklir besar dan berat” ke benua AS. Langkah tersebut disambut dengan kecaman internasional dan Pentagon mengatakan akan mempertahankan sekutu Amerika dalam melawan ancaman yang ditimbulkan oleh Pyongyang.

Uji coba rudal itu dilakukan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump dan Abe setuju untuk memberikan tekanan tambahan pada Korea Utara mengenai program senjatanya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: