Fokus

Tips Ala Yenny Wahid Bagi Para Emak Lawan Radikalisme

Kamis, 31 Agustus 2017 – 15.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Seorang ibu rumah tangga diyakini sebagai benteng paling utama agar sebuah keluarga terhindar dari virus Radikalisme. Dalam hal ini, Yenny Wahid putri dari Gus Dus dan juga sekaligus Direktur Wahid Foundation memiliki tips-tips khusus agar ibu rumah tangga dapat berperan aktif dalam menghadapi bahaya radikalisme di dalam keluarga.

Baca: Setara Institute: Radikalisme Bibit dari Gerakan Intoleran dan Terorisme

Tips pertama: memberi perhatian lebih kepada keluarga.

Putri Gus Dur ini berkeyakinan, kedekatan hubungan antara ibu dan anggota keluarganya merupakan penangkal utama bagi berkembangnya bibit radikalisme di dalam keluarga. “Kita sebagai ibu rumah tangga harus tahu seperti apa anak kita, perilakunya, termasuk tahu apa yang sedang dikerjakan oleh anak kita,” ujar Yenny di hadapan ratusan istri polisi saat hadir sebagai pembiacara dalama acara bertajuk Perempuan Pelopor Perdamaian Anti Radikalisme dan Terorisme, di Jakarta Rabu (30/8).

Baca: NU Rapatkan Barisan Hadapi Radikalisme Berkedok Agama yang Semakin Marak

Tips yang kedua: merekatkan konsolidasi ‘para emak’.

Tahapan ini adalah lanjutan dari yang pertama; yakni, tahapan ini akan membantu pengawasan terhadap perilaku anak yang yang luput dari pengawasannya orang tuanya sendiri dapat dibantu oleh orang tua teman si anak. “Kadang-kadang kita sebagai ibunya sendiri tidak benr-benar tahu perubahan yang sedang terjadi pada anak kita, malah yang lebih mengerti adalah ibu dari sahabat anak kita. Dalam hal ini penting menjalin komunikasi antara si ibu dan ibu sahabat si anak,” jelasnya.

Baca: WASPADA! Inilah Ciri Manusia yang Terjangkit Wabah Takfirisme, Radikalisme, Ekstrimisme

Tips ketiga: selektif dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak.

Para orang tua, lanjut Yenny, memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan toleransi, kebersamaan dan kesetaraan sejak dini, baik di rumah dan di sekolah. Oleh karenanya, di antara kewajiban orang tua adalah memastikan bahwa lembaga pendidikan tempat anaknya menimba ilmu mengajarkan nilai-nilai tersebut. “Pilih sekolah yang nilainya sejalan dengan nilai keluarga yang mengajarkan kebaikan dan toleransi”. (SFA)

Sumber: WahidFoundation

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: