Headline News

Theresa May Didesak Tekan Rezim Bahrain Atas Pelanggaran HAM

Senin, 5 Desember 2016

SALAFYNEWS.COM, BAHRAIN – Perdana Menteri Inggris Theresa May didesak untuk menekan pemerintah Bahrain atas tindakan kerasnya untuk membungkam suara perbedaan pendapat di negara kecil Teluk Persia, ketika ia mengunjungi pemimpin negara-negara Teluk.

Kelompok hak asasi manusia, termasuk Human Rights Watch, meminta Perdana Menteri Inggris pada hari Minggu untuk meningkatkan kekhawatiran tentang situasi hak asasi manusia di Bahrain, saat ia menghadiri pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (Persia).

“Jika pemerintah anda serius tentang komitmennya untuk mendorong reformasi dan dialog, Anda harus menggunakan pengaruh ini untuk menekan pemerintah Bahrain, untuk segera menghentikan penindasan ini,” May diberitahu dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri May, sementara itu, merilis sebuah pernyataan, komentar tentang tindakan keras pemerintah Bahrain, di mana sebagian besar penduduknya beragama Islam. Dia mengatakan satu-satunya cara untuk memecahkan masalah ini adalah terlibat “dengan negara-negara ini dan bekerjasama dengan mereka untuk mendorong dan mendukung rencana mereka dalam mewujudkan reformasi.”

Ribuan demonstran anti-rezim telah mengadakan berbagai demonstrasi di Bahrain, hampir setiap hari sejak pemberontakan rakyat dimulai di negara itu pada tanggal 14 Februari 2011. Para pengunjuk rasa menuntut dinasti Al Khalifah melepas kekuasaannya.

Sejumlah orang telah kehilangan nyawa mereka dan ratusan lainnya menderita luka-luka atau ditangkap sebagai hasil dari tindakan keras rezim Al Khalifah.

Selain memberikan pasukan keamanan melakukan tindakan keras terhadap demonstran, rezim juga telah menggunakan jalur hukum yang ada untuk memberangus perbedaan pendapat.

Para pemimpin Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Oman ditetapkan untuk makan malam dengan May, pada Selasa (6/12).

“Ada begitu banyak yang bisa kita lakukan bersama-sama – apakah itu membantu satu sama lain untuk mencegah serangan teroris, [Persia] Gulf adalah investasi Inggris atau bisnis Inggris dalam membantu negara-negara Teluk [Persia] untuk mencapai visi jangka panjang mereka,” kata Perdana Menteri Inggris. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: