Amerika

The Week: Peran Trump dalam Perang Rahasia dan Terlupakan di Yaman

Senin, 27 Februari 2017 – 06.26 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Majalah AS “The Week” mengungkapkan tentang dukungan Amerika dalam eskalasi militer baru-baru ini di pantai barat Yaman dan tindakannya yang terus menargetkan pelabuhan Hudaydah. (Baca: Rayuan Maut Saudi kepada Mesir dan Sepak Terjang Ngeri Trump di Timteng)

Majalah ini mengungkapkan bahwa presiden Donald Trump tidak hanya mengambil inisiatif untuk mempertahankan kebijakan yang berlaku di era pemerintahan Obama dan mendukung agresi brutal Saudi di Yaman, bahkan lebih dari ini Trump menampakkan semua bentuk dukungan dan bantuan yang mengarah kepada eskalasi militer lebih lanjut di Yaman. Beberapa laporan menyebutkan bahwa tentara Saudi bahkan diizinkan untuk menyerang pelabuhan Hudaydah, yakni salah satu koridor yang tersisa untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah di negara Yaman yang miskin dan sangat membutuhkan. (Baca: MEMALUKAN! Laporan Bohong Pasukan Khusus AL Amerika di Yaman)

Selain itu majalah ini menuliskan bahwa Trump telah mengatakan banyak hal, dan semua ini terus menerus memicu pertentangan terhadap dirinya”. Laporan majalah yang berjudul “Presiden Trump : Pemicu perang tanpa belas kasihan”, mengatakan bahwa “wajahnya yang sebenarnya telah terlihat, sesaat setelah ia menjadi presiden”, ungkapan ini mengacu pada Trump yang begitu antusias untuk menciptakan peperangan, yang membuat para kritikus merasa khawatir. (Baca: Kronologi Operasi “Dungu” AS di Baida Yaman)

AS dikenal sebagai rekan setia Saudi, hubungan yang terjalin antara kedua negara ini terlihat begitu mesra dengan adanya dukungan AS terhadap pemerintah Saudi, termasuk dalam urusan agresi Yaman. Laporan majalah yang disusun oleh Ryan Cooper ini mengatakan bahwa “sejak pemerintah Saudi terlihat tidak lagi memiliki kekuatan, Saudi berlindung kepada strategi penyerangan penduduk sipil dan hal ini diklasifikasikan sebagai kejahatan perang. Dan seolah merestui tindakan ini, pemerintahan AS yang selalu sibuk meneriakkan tentang HAM bahkan kepada presiden Filipina Rodrigo Duterte, namun mereka diam saja mengetahui hal ini, seperti dilansir Mepanorama (26/02).

Tidak hanya itu, kejahatan agresi Saudi tidak hanya berhenti pada penyerangan dan pembantaian warga sipil Yaman, kejahatan lain yang dilakukan Arab Saudi di Yaman adalah dengan memberlakukan pemblokadean baik darat, laut maupun udara, mereka memblokir akses impor air, bahan makanan serta obat-obatan, meskipun banyak kapal bantuan kemanusiaan yang terus menerus tiba di pelabuhan-pelabuhan Yaman namun kapal-kapal ini tetap kesulitan untuk menyampaikan bantuan tersebut. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: