Analisis

The Guardian Bongkar Rahasia Asal Muasal Konflik Qatar

Sabtu, 22 Juli 2017 – 18.52 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Surat kabar Inggris, The Guardian telah menerbitkan sebuah artikel analisis yang ditulis oleh Randab Ramesh tentang sebab-sebab rahasia terciptanya perselisihan Qatar dengan negara-negara tetangganya. (Baca: Koalisi Baru Timur Tengah “Iran, Turki, Irak, Suriah, Rusia, Qatar” Segera Terwujud)

Penulis Randab Ramesh mengatakan bahwa sebab yang dimunculkan kepada masyarakat umum dalam konflik Qatar adalah sesuatu yang terkait dengan perbedaan pendapat diplomatik antara negara-negara Teluk Persia Arab, akan tetapi blokade yang diberlakukan oleh Arab Saudi dan sekutu setianya terhadap Qatar sejak 6 minggu lalu menyimpan konflik keluarga yang panjang.

Ramesh menambahkan bahwa keluarga penguasa di Saudi dan Uni Emirat Arab memiliki hubungan kekeluargaan yang kuat, dan hal ini menjelaskan bahwa isu politik pada dasarnya adalah masalah keluarga juga.

Ramesh meyakini bahwa Emir Qatar saat ini, Tamim bin Hamad Al-Thani yang berusia 37 tahun telah menerima kekuasaan dari ayahnya Hamad pada tahun 2013 yang mengkudeta ayahnya sendiri Emir Khalifa Al-Thani, akan tetapi ada orang-orang yang meyakini bahwa Hamad adalah orang yang menggerakkan benang dari balik tirai. (Baca: Warga Yordania Marah, Putuskan Hubungan dengan Qatar Bukan Israel)

Hamad adalah pendiri identitas Qatar yang baru, ia telah berdiri melawan Arab Saudi untuk pertama kalinya di medan perang yang dipimpin oleh batalion Qatar melawan pasukan Saddam Husein dalam perang Teluk Persia 27 tahun lalu.

Pasukan batalion Hamad termasuk dalam batalion yang terlibat pertempuran dengan pasukan Irak dalam pertempuran Khafji tahun 1991 dan ketika itu bergabunglah pasukan Saudi yang dilindungi oleh pasukan marinir AS yang akhirnya mengalahkan mereka.

Selain itu, pada tahun 1995, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani yang merupakan ayah dari Emir Qatar saat ini Tamim bin Hamad Al-Thani melakukan kudeta damai terhadap ayahnya Emir Khalifa bin Hamad Al-Thani yang merupakan penguasa kesayangan Arab Saudi dan Mesir. (Baca: Dubes Qatar: Demi Uang, Raja Abdullah Jual Negara & Rakyatnya ke Saudi)

Setelah Hamad bin Khalifa naik takhta, banyak kebijakan luar negeri Qatar yang berseberangan dengan Arab Saudi dan kawan-kawan. Salah satunya, kedekatan Qatar dengan Iran, yang merupakan rival Arab Saudi. Banyak orang yang percaya, sebagaimana yang diyakini Ramesh bahwa krisis yang terjadi saat ini berakar pada konflik masa lalu.

Selain itu, diketahui bahwa keluarga Al-Saud memiliki pengaruh yang luas dan hubungan kekeluargaan di Qatar yang paling penting yakni dengan keluaarga Al-Attiyah. Pangeran Hamad tidak tumbuh di keluarga ayahnya Al-Thani tetapi ia tumbuh di dalam keluarga pamannya Al-Attiyah.

Akan tetapi ia tidak menikah dengan keluarga Al-Attiyah tetapi dengan keluarga Al-Thani. Dan asisten pentingnya Hamad bin Jassim bin Jabr bukanlah dari keluarga Al-Attiyah melainkan dari Al-Thani, yang berfikir menyambung hubungan dari arus politik Islam yang sedang naik agar bisa menjamim stabilitas negara kecilnya. (SFA)

Selain itu, asal-usul Al-Thani dan Al-Saud berasal dari Najd yang menjadi pusat pertumbuhan faham Wahhabi. Dan setiap keluarga disana memiliki pemahaman dan keyakinan Wahabi. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: