Headline News

TERUNGKAP, Skenario AS Serang Tentara Suriah di Ghouta Timur

Perang Suriah

Selasa, 10 April 2018 – 06.10 Wib,

SURIAH – AS merencanakan skenario untuk menyerang posisi tentara Suriah di Ghouta Timur setelah para teroris Jeish al-Islam melanggar kesepakatan evakuasi dari kawasan tersebut dan melancarkan operasi bendera palsu dengan serangan kimia terhadap warga sipil untuk menyalahkan pemerintah, seperti dilansir FNA (09/04).

Baca: Suriah Temukan Dokumen Kerjasama Busuk Teroris-AS di Ghouta Timur

Situs berita al-Mayadeen melaporkan bahwa komandan Jeish al-Islam sedang menunggu operasi militer AS melawan Suriah saat terjadi pelanggaran perjanjian ketika meninggalkan Douma.

Teroris Jeish al-Islam membunuh dan melukai lebih dari 50 warga sipil dengan serangan mortir setelah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menahan diri dari meninggalkan Douma, untuk memprovokasi tentara Suriah.

Baca: Tentara Suriah Sergap dan Gagalkan Teroris Pasok Senjata Buatan AS ke Ghouta Timur

Mereka juga meluncurkan serangan kimia di wilayah itu, membunuh dan melukai ratusan warga sipil untuk menuduhkannya ke tentara Suriah.

Analis percaya bahwa semua langkah yang dibuat oleh para teroris di Douma dalam dua hari terakhir didasarkan pada skenario yang direncanakan sebelumnya oleh AS, negara-negara barat dan pendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah untuk menemukan dalih bagi Washington untuk meluncurkan operasi militer terhadap Damaskus. .

Pemerintah Suriah mengecam dugaan serangan kimia di Douma, Ghouta Timur, sebagai “laporan yang tidak meyakinkan”, sementara negara-negara NATO telah menyalahkan tentara Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia di provinsi Damaskus.

“Tuduhan penggunaan bahan kimia menjadi laporan yang tidak meyakinkan, kecuali untuk beberapa negara yang berdagang dengan darah warga sipil dan mendukung terorisme di Suriah. Setiap kali Tentara Arab Suriah maju dalam perang melawan terorisme, tuduhan penggunaan kimia digunakan sebagai alasan untuk memperpanjang umur teroris di Douma,” kata kantor berita SANA mengutip sumber kementerian.

Baca: Menlu Rusia: Cerita Palsu Serangan Kimia di Ghouta Timur

Sikap Damaskus telah didukung oleh Rusia dan Iran, yang menolak laporan media tentang Angkatan Bersenjata Suriah yang menjatuhkan bom berisi klorin di Douma.

Bulan lalu, Damaskus memperingatkan bahwa beberapa ahli asing sedang bersiap untuk melakukan serangan kimia, yang akan dilakukan dengan bantuan White Helmets yang terkenal dan akan diliput oleh media arus utama. Peringatan yang sama dikeluarkan oleh Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah pada bulan Januari. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: