Amerika

TERUNGKAP! Perang Intelijen AS-Rusia, Demi Kalahkan KGB, CIA Buat Obat Hipnotis

Minggu, 11 Maret 2018 – 08.46 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BERITA DUNIA – Dari sisi dunia intelijen para agen CIA di Amerika Serikat sebenarnya ingin merekrut warga Uni Soviet yang memenuhi syarat untuk dijadikan mata-mata bagi negaranya sendiri.

Tapi para agen CIA mengakui sangat sulit merekrut orang Rusia apalagi menembus jaringan mata-mata KGB yang terkenal militan dan sangat ketat. CIA bahkan memiliki pepatah terkait sulitnya mendapatkan mata-mata asal Rusia, apalagi menembus jaringan mata-mata KGB.

Baca: Amerika dan Rusia Diambang Perang Besar

Pepatah itu berbunyi: “Kemungkinan merekrut dan menembus Rusia sama mustahilnya dengan menempatkan mata-mata di planet Mars.”

Untuk itu CIA memang memerlukan teknik dan cara khusus untuk menembusnya. Maka, segala cara pun ditempuh CIA untuk bisa mendapatkan informasi dari Uni Soviet.

CIA sebenarnya telah memiliki sejarahnya sendiri hingga bisa menemukan teknik-teknik yang sesuai dengan medan dan musuh yang akan dihadapi. CIA bahkan pernah mendapatkan banyak pengalaman yang sangat dramatis dalam perjalanannya memburu berbagai informasi penting dari wilayah Uni Soviet di era Perang Dingin.

Dalam buku The Official CIA Manual of Trickery and Deception (2009) yang disusun H Keith Melton dan Robert Wallace, beragam strategi CIA untuk menembus Uni Soviet telah diulas. Buku itu juga membeberkan bahwa pada dasawarsa 1950-an, CIA sampai menyiapkan laboratorium khusus untuk menembus tebalnya tembok pertahanan Uni Soviet.

Baca: Perang Diplomatik Antara Rusia dan Amerika

Laboratorium itu diberi nama Technical Service Division

Tentang tebalnya tembok pertahanan Uni Soviet bisa disimak dari banyaknya agen asing CIA yang terbunuh tatkala bertugas di Uni Soviet. Tidak hanya di Uni Soviet, di negara sekutunya seperti Polandia, Rumania, Ukraina, dan negara-negara Baltik lainnya pada dasawarsa 1950-an, juga banyak agen CIA yang terbunuh.

TSD dengan tim ilmuwan di bawah pimpinan seorang ahli kimia bernama Dr Sidney Gottlieb diberi kewenangan penuh.

Tugasnya adalah menciptakan berbagai material dan cara untuk mempermudah pengiriman serta pencurian informasi hingga sulit diketahui orang biasa. Anggota tim yang umumnya ahli kimia dan biologi itu menciptakan banyak obat-obatan dan menyelundupkan informasi dengan cara sangat mencengangkan.

Temuan atas laporan yang telah puluhan tahun disimpan rapat mengungkap, TSD telah menangani lebih dari seratus sub-proyek ini. Misalnya, mereka berhasil menciptakan tinta khusus untuk penulisan informasi yang tak tampak. Tulisan ini bisa “timbul” kembali setelah ditaburi serbuk khusus buatan laboratorium yang sama.

TSD juga menciptakan obat penenang racun-racun pelumpuh yang bisa dibawa dengan mudah dan sulit terlacak oleh para perwira intelijen di luar negeri.

Obat-obatan itu dirancang untuk melumpuhkan agen kontraintelijen, bahkan kalau perlu anjing penjaga yang ditemui saat bertugas. Mereka mencoba kombinasi heroin, amfetamin, obat penenang lain, hingga temuan baru bernama LSD (Lysergic Acid Diethylamid).

Baca: Amerika Ketakutan, Rusia Buat Senjata Laser yang Bisa Jatuhkan Satelit AS

Hanya dengan beberapa puluh miligram LSD yang disusupkan ke dalam minuman, seseorang bisa kehilangan kesadaran dan bisa dipaksa memberikan informasi dalam alam bawah sadarnya.

Obat-obat penenang itu memang sengaja dirancang sebagai bagian dari teknik khusus interogasi. Individu yang berada dalam pengaruhnya akan sangat sulit mempertahankan informasi karangan ketika diinterogasi.

Selain itu mereka juga menciptakan obat-obatan untuk interogasi dengan cara hipnotis. Obat-obatan itu adalah temazepam, MDMA, mescaline, psilocybin, scopolamine, sodium pentathal dan ergine. Jika korban yang diinterogasi CIA diberi obatan-obatan itu, ia akan langsung terhinoptis dan mau memberi informasi secara gamblang. (SFA/TribunBatam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: