Fokus

Terungkap, JAD Dapat Dana dari ISIS Untuk Beli Senjata

JAD Jaringan Teroris
Jamaah Ansharut Daulah

JAKARTA – Iqbal Abdurahman, saksi terakhir dalam sidang perdana pembubaran Jamaah Ansharut Daulah (JAD) menyatakan ia mendengar jaringan teroris transnasional ISIS turut menyalurkan dana ke JAD untuk pembelian senjata.

Baca: Sidney Jones: Pergerakan ISIS di Indonesia

“Daulah ISIS kirim dana ke anshor daulah Indonesia?” tanya anggota tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada saat sidang perdana pembubaran JAD di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/7).

“Ya saya dengar seperti itu,” jawab Iqbal.

“Untuk apa?” jaksa kembali bertanya.

“Kalau itu saya kurang tahu pasti. Saya dengar masalah pembelian senjata itu,” kata Iqbal ke pihak JPU.

Meski demikian, keterangan saksi dibantah oleh penasihat hukum JAD Asludin Hatjani saat ditanya selepas persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa.

“Tidak ada itu,” kata Asludin seraya menambahkan hanya pimpinan di struktur organisasi JAD yang mengetahui kegiatan organisasi.

Di samping Iqbal, saksi lain yang turut memberi keterangan Amir (Ketua) JAD cabang Ambon, Maluku, Abu Gar alias Saiful Muhtohir, Yadi Supriyadi alias Abu Akom, dan Joko Sugito.

Baca: Surat Terbuka Netizen Kepada Fans ISIS di Indonesia

Dalam keterangannya, saksi Yadi Supriyadi menyebut, organisasi itu terafiliasi dengan ISIS, khususnya di bawah kendali Abu Bakar al-Baghdadi.

Penasihat hukum Asludin turut mengakui bahwa JAD memang mendukung gerakan Islam khilafah di Suriah.

“Ya, memang mereka (JAD) mendukung gerakan di sana (Suriah),” katanya selepas sidang.

Sidang perdana pembubaran JAD dipimpin oleh Hakim PN Jakarta Selatan Aris Bawono, dan didampingi dua anggota majelis hakim. Sementara itu, surat dakwaan dibacakan langsung oleh Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heri Jerman.

Pasca pembacaan surat dakwaan, Amir (Ketua) JAD Pusat Zainal Anshori yang mewakili organisasi di persidangan menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi (nota pembelaan), melalui kuasa hukumnya.

Baca: Magnet Suriah dan Ultimatum ISIS Bagi Warga Negara Indonesia

Alhasil, sidang pun dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara, yaitu mendengarkan keterangan saksi. Empat saksi yang dihadirkan di persidangan, yaitu Saiful Muhtohir alias Abu Ghar, Yadi Supriyadi alias Abu Akom, Joko Sugito, dan Iqbal Abdurahman. Sementara itu, saksi ahli yang dihadirkan, Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Prof Sutan Remy Sjahdeini.

Dalam sidang perdana, pihak terdakwa tidak mengajukan saksi meringankan. Alhasil, sidang dilanjutkan dengan pembacaan tuntutan oleh penuntut umum pada Kamis (26/7).

Baca: Saksi Sebut Aman Abdurrahman Pemimpin Tertinggi ISIS di Indonesia

JAD merupakan organisasi bukan berbadan hukum yang diduga terkait dengan sejumlah serangan teror, diantaranya Bom Thamrin di Jakarta, ledakan di Bandung, Bom Molotov di Samarinda, serangan di Mako Brimob, dan serangan bom bunuh diri di Surabaya. (SFA/AntaraNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: