Internasional

Teroris Lakukan Serangan Kimia di Aleppo

Rabu, 3 Agustus 2016

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Setidaknya lima orang Suriah dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan kimia oleh militan Takfiri yang disponsori Barat, terhadap lingkungan perumahan di barat laut Suriah.

Kepala kesehatan untuk provinsi Aleppo Mohammad Hazouri mengatakan lima orang tewas dan delapan lainnya mengalami kesulitan bernapas setelah peluru artileri yang mengandung gas beracun meledak di kota tua Aleppo pada hari Selasa, kata kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan.

Sumber pemerintah mengatakan teroris Takfiri juga menggunakan amunisi kimia terhadap warga sipil di kota Saraqib di provinsi Idlib, tapi militan menuduh pasukan pemerintah yang melakukan serangan itu.

Dokter Ibrahim al-Assad, seorang ahli saraf di Saraqib, mengatakan bahwa ia telah merawat 16 dari 29 korban yang dibawa ke rumah sakit pada Senin malam.

Dia menambahkan bahwa sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak serta menderita kesulitan bernapas, mata merah dan tersedak.

Penyelamat dan dokter di kota itu mengatakan gejala yang mirip dengan yang disebabkan oleh gas klorin.

Serangan senjata kimia oleh militan datang di saat tentara Suriah membuat kemajuan penting dalam operasi merebut kembali Aleppo dan karena pengepungan di sekitar daerah-daerah yang mereka kontrol.

Amerika Serikat telah menekan Suriah untuk melonggarkan blokade atas kota. Rusia, yang telah melakukan kampanye udara terhadap gerilyawan di Suriah, telah membentuk koridor untuk jalur keluar yang aman bagi warga sipil dari Aleppo tengah selama operasi tentara Suriah.

Pemerintah Suriah menyerahkan seluruh persediaan bahan kimia di bawah kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Rusia dan Amerika Serikat pada tahun 2013.

c7d0dd4f-c909-4ec1-a756-fc16a54463a

Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah mengawasi operasi untuk menghapus stok senjata kimia dari Suriah.

Kesepakatan itu terjadi setelah serangan gas klorin pada Agustus 2013 yang menewaskan ratusan orang di pinggiran Ghouta, Damaskus. Menurut laporan, roket yang digunakan dalam serangan itu adalah buatan tangan dan berisi gas sarin.

Sementara pemerintah Suriah membantah bertanggung jawab atas serangan Ghouta, dan setuju stok senjata kimia miliknya dimusnahkan untuk menghapus dalih apapun dari kemungkinan invasi AS.

Pada tanggal 7 April, 23 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya menderita kesulitan bernapas saat teroris ISIS melakukan serangan kimia terhadap anggota Unit Rakyat Perlindungan Kurdi (YPG) di lingkungan Sheikh Maqsood, Aleppo. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: