Internasional

Teroris ISIS Hentikan Gaji Anggotanya Karena Bangkrut

Minggu, 08 Januari 2017 – 00.10 wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Surat kabar “Daily Telegraph” menerbitkan sebuah laporan yang ditulis oleh penulis John Ensor dari Beirut, di mana ia mengatakan bahwa kelompok teroris ISIS yang sedang terdesak dalam pertempuran di kota Mosul telah berhenti memberikan gaji kepada para anggotanya. Seperti dilansir oleh kantor berita Arab21 ini mengungkapkan tentang penghentian pembayaran gaji anggota ISIS yang menghadapi serangan militer pasukan Irak. Laporan ini mengungkapkan bahwa seorang militan ISIS biasanya menerima uang sebesar 350 dolar dan saat ini mereka sedang mengalami krisis keuangan.

Ensor mengatakan bahwa krisis keuangan yang dialami mereka disebabkan oleh serangan udara yang intensif terhadap instalasi minyak illegal milik ISIS, selain itu petempuran mereka di berbagai wilayah juga telah menghabiskan banyak uang. (Baca: Intelijen Bulgaria Bongkar Bisnis Minyak Gelap Turki-ISIS di Eropa)

Surat kabar ini mengatakan bahwa para militan mulai mengandalkan penyelundupan dan menerima suap dari orang-orang yang ingin keluar dari Mosul dan mereka menerima 25.000 dinar Irak, sebagaimana yang diungkapkan saksi warga setempat yang menulis tentang keadaan di dalam kota Mosul pada situs Mosul Eye, dimana sekitar 100.000 warga Mosul berhaasil melarikan diri sejak awal operasi yang dilancarkan oleh pasukan gabungan Irak pada bulan Oktober 2016 silam.

Sementara itu, sebuah laporan mengungkapkan bahwa pesawat milik AS pada minggu lalu telah mengebom sebuah jembatan di atas Sungai Tigris yang memotong sisi timur dengan barat kota Mosul. Laporan ini juga mengungkapkan bahwa warga Mosul banyak yang menderita kekurangan makanan, terputusnya akses air dan listrik ke beberapa wilayah yang menjadikan tingginya biaya kehidupan di daerah-daerah tersebut.

Ensor mengatakan dalam laporannya bahwa organisasi teroris ini mencoba mengumpulkan uang dengan meminta kepada para penduduk untuk membayar tagihan listrik dan biaya-biaya lain, hal ini sebagaimana dituliskan di situs Mosul Eye yang menyatakan bahwa “satu-satunya makanan yang tersisa bagi warga di sisi barat Mosul hanyalah kentang yang mereka rebus lalu mereka santap di pagi hari, siang dan malam hari”. Seorang pria bernama Ahmad mengatakan bahwa “kelompok teroris ISIS memiliki banyak makanan serta bahan makanan namun mereka menolak untuk membagikannya kepada warga sipil”. (Baca: ISIS dan Al-Nusro Hanyalah Kedok Bisnis Mafia Besar)

Surat kabar ini juga mengatakan dalam laporannya bahwa Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi memerintahkan pasukan Irak untuk merebut kembali kota Mosul pada akhir tahun 2016 namun pertempuran ini berjalan dengan lamban karena pemerintah mengutamakan keselamatan warga sipil sehingga para pemimpin pasukan lebih memilih untuk berperang dengan hati-hati ketika berada di lingkungan pemukiman di mana para militan organisasi teroris ini menggunakan para warga sipil sebagai perisai manusia.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa menurut angka yang diterbitkan PBB, ada ratusan warga sipil yang telah tewas sejak dimulainya peperangan, dank karena kepadatan penduduk yang besar. Sementara itu pasukan Irak memperoleh kemajuan yang lambat karena mempertimbangkan keselamatan warga sipil, di mana pasukan Irak dalam 10 minggu terakhir baru bisa menguasai 70 wilayah. Jenderal Thalib al-Shagati mengatakan bahwa “sekitar 65 hingga 70 wilayah di sisi timur telah dibebaskan”. Namun ia menegaskan bahwa “kita akan menyaksikan dalam beberapa hari yang akan datang penguasaan penuh bagian timur ini”. (Baca: AS Amankan Para Teroris ISIS yang Lari dari Mosul Irak)

Ensor dalam laporannya menuliskan bahwa ribuan tentara Irak ikut serta dalam pertempuran untuk merebut kembali wilayah utara Mosul, selain itu pasukan elit melakukan perlawanan terhadap teroris yang dikenal sebagai “kelompok emas” yang jumlah anggotanya mencapai puluhan ribu pejuang juga ikut serta dalam pertempuran ini. (SFA)

Sumber: Addiyar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: