Headline News

Teroris Al Qaeda Ancam ‘Proyek Penuh Dosa’ Putra Mahkota Saudi

Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman

RIYADH – Cabang al-Qaeda yang berbasis di Yaman memperingatkan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman atas “proyek penuh dosa” yang dipercaya oleh kelompok Takfiri mengancam basis ideologi Wahabi, seperti dilansir PressTv (01/06).

Baca: Kampanye Busuk Mohammed Bin Salman Terkait ‘Islam Moderat’ di Saudi

“Era baru, bin Salman menggantikan masjid dengan bioskop,” kata Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) mengatakan dalam buletin berita.

Putra mahkota telah meluncurkan paket yang disebut reformasi dalam kerajaan ultrakonservatif, dimana ideologi Wahabi radikal telah mengilhami kelompok-kelompok seperti al-Qaeda.

Reformasi termasuk memungkinkan perempuan untuk mengemudi dan menonton bioskop.

Baca: Arab Saudi, Negeri Dongeng Tapi Nyata

Bin Salman “membuka pintu lebar untuk degradasi moral,” tulis buletin tersebut, yang diambil oleh SITE Intelligence Group. Kelompok ekstrimis itu juga mengecam acara WWE Royal Rumble pada April lalu di kota Jeddah, Saudi.

“Para pegulat yang tidak beriman mengekspos jagoan mereka dan sebagian besar dari mereka memakai salib, di pertemuan campuran pria dan wanita,” katanya. “Para koruptor tidak berhenti di situ, karena setiap malam konser musik dihelat, serta film dan pertunjukan sirkus,” SITE mengutipnya.

Baca: Denny Siregar Bongkar Kampanye Pembodohan Ala Saudi dan Wahabi

Di tengah-tengah laporan reformasi, kelompok hak asasi manusia mengatakan pekan lalu Arab Saudi telah meningkatkan tindakan kerasnya terhadap aktivis hak-hak perempuan, sehingga jumlah yang ditangkap setidaknya 11 dan memberi mereka label “pengkhianat”.

Penangkapan luas telah mendorong kemarahan internasional, dimana kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan tindakan keras itu meruntuhkan klaim putra mahkota yang ingin membawa perubahan.

Amnesty International mengatakan “kampanye yang menyebut diri Anda seorang reformis tidak berarti apa-apa jika Anda menangkap aktivis damai hanya karena mereka menyerukan reformasi”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: