Headline News

Teror Pembunuhan di Idlib Bikin Komandan Teroris Ketakutan

Mufti Tahrir al Sham

IDLIB – Abdullah Muhammad al-Muhaysini, komandan dan Mufti (pemimpin agama) dari Tahrir al-Sham Hay’at, lolos dari maut dalam upaya pembunuhan.

Mobil Al-Muhaysini menjadi sasaran bom pinggir jalan di dekat Saraqeb di pinggiran Idlib, tetapi ia lolos dari upaya pembunuhan, kata sumber lapangan. Sementara itu, beberapa laporan mengatakan dia terluka dalam serangan itu, seperti dilansir FNA (28/04).

Baca: WOW! Perang Sengit Antar Teroris di Suriah Semakin Menggila

Upaya pembunuhan al-Muhaysini menimbulkan ketakutan di kalangan komandan teroris di Idlib setelah sekitar 30 operasi pembunuhan dilakukan di provinsi ini.

Komandan kelompok teroris Jeish al-Izzeh Khaled Mara’ati nom de guerre Abu Lahab yang telah terluka dalam serangan oleh penyerang tak dikenal di kota Khan Sheikhoun di selatan Idlib telah menyerah pada luka-lukanya.

Sementara itu, penyerang tak dikenal meledakkan bom di markas Katibeh Banesh dari Tahrir al-Sham Hay’at di kota Banesh, timur laut Idlib, menewaskan sejumlah teroris. Tahrir al-Sham Hay’at telah mengumumkan jam malam selama tiga hari di kota Idlib.

Baca: Pertempuran Sengit Antar Teroris ISIS dan FSA di Daraa, Suriah

Pada awal Januari 2017, halaman media sosial yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok oposisi memulai tren hastag #AlMuhaysini, yang menuduhnya mempromosikan ideologi ISIS di antara militan lainnya. Para aktivis media sosial menuduhnya sebagai promotor pemikiran ISIS di bawah #AlMuhaysini merusak revolusi Kita.

Para aktivis mengatakan al-Muhaysini membiayai Jabhat Al-Nusra, dengan mengabaikan agresi kelompok itu terhadap kelompok-kelompok militan yang berafiliasi dengan Free Syirian Army. Mereka juga menuduh al-Muhaysini menjaga ibu dari kejahatan brutal Jund al-Aqsa.

Sumber media mengungkapkan pada pertengahan Desember bahwa kelompok teroris ISIS menawarkan hadiah setengah juta dolar untuk setiap orang yang dapat membunuh al-Muhaysini.

Kantor berita berbahasa Arab al-Nashra mengutip sumber-sumber rahasia di jajaran ISIS yang mengatakan bahwa kelompok teroris Takfiri dalam sebuah pernyataan menawarkan sejumlah hadiah $ 500.000 untuk pembunuh Muhaysini, Mufti nasional dari Jeish al-Fatah.

Baca: Bentrokan Sengit Antar Teroris Tewaskan Ratusan Orang Militan

ISIS merilis foto Muhaysini dan nama lengkapnya, Abdullah bin Muhammad bin Suleiman al-Muhaysini, dan menyebutkan bahwa Muhaysini berada di Idlib. Pada bulan Agustus, al Muhaysini sekali lagi mengakui kekhawatiran perpecahan yang melebar di kalangan militan di Aleppo.

“Perbedaan-perbedaan itu telah sampai pada tingkat ekstrem,” kata Muhaysini seperti dikutip oleh kantor berita Oqat al-Sham pada saat itu.

Dia menyerukan mengusir kelompok-kelompok teroris yang menabur perbedaan di antara para militan di Aleppo, dan berkata, “Kami tidak dalam kondisi seperti itu untuk dicemburui oleh orang lain mengingat keretakan yang berkembang”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: