Fokus

TERLAMBAT! Saudi Tawarkan Bantuan Pembebasan Mosul Saat Teroris Hampir Lenyap

Kamis, 19 Januari 2017 – 08.28 Wib,

SALAFYNEWS.COM, IRAK – Pada hari Rabu (18/01) pemerintah Irak dengan tegas menolak atas pernyataan dari penasehat di kantor Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Ahmad Asiri yang mengungkapkan tentang kesiapan negaranya untuk berpartisipasi dalam operasi pembebasan Mosul. Selain itu, pemerintah Irak juga menyerukan kepada Arab Saudi untuk menghentikan aliran dana dari negara-negara Teluk untuk organisasi teroris ISIS yang sedang diperangi pemerintah Irak.

Surat kabar resmi “Sabah” dalam laporannya edisi hari rabu (18/01) yang dikutip oleh Almaalomah mengatakan bahwa “dengan hampir lenyapnya negara khayalan teroris ISIS dan kehancuran total mereka di tangan para pahlawan Irak yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Irak, maka beberapa negara dan pihak pendukung ISIS tampak berusaha untuk mendapatkan reputasi baik untuk diri mereka dalam memerangi teroris dengan tujuan untuk menutupi borok mereka atas dukungan mereka pada organisasi teroris dan untuk menyesatkan opini publik internasional atas peran mereka yang terselubung dalam menciptakan kematian bagi ratusan ribu jiwa yang tak berdosa, kehancuran serta penderitaan di wilayah ini”.

Surat kabar ini menambahkan bahwa “sungguh ironis bahwa juru bicara pasukan Saudi telah mengumumkan niat negaranya yang telah terlibat perang kotor di Yaman dan Suriah untuk berpartisipasi dalam pertempuran untuk menumpas ISIS di Mosul Irak dan Raqqa Suriah”.

Surat kabar ini mengutip dari penasehat keamanan dari Perdana Menteri Haider al-Abadi, Adnan al-Asadi yang mengatakan bahwa “tidak mungkin bagi koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi bisa ikut berpartisipasi dalam operasi penumpasan organisasi teroris ISIS di Mosul”. Adnan al-Asadi menyerukan kepada Arab Saudi agar memerangi ISIS yang ada di negaranya serta menghentikan aliran dana dari negara Teluk untuk organisasi teroris ISIS, inilah bentuk niat baik untuk berpartisipasi dalam memerangi ISIS yang sebenarnya.

Al-Asadi juga menegaskan bahwa “Irak tidak memerlukan bantuan dari koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi, tetapi Irak mampu memerangi organisasi teroris ISIS dengan partisipasi pasukan miiternya, pasukan anti-terorisme, polisi federal, al-Hashd al-Shaabi, al-Hashd al-Asya’iri yang mendukung kekuatan pasukan Irak”.

Ia juga mengatakan bahwa “sebagian besar dari anggota teroris ISIS berasal dari Arab Saudi dan sisanya dari negara-negara regional lainnya, dan seharusnya pemerintah Arab Saudi berkontribusi dalam mencegah aliran teroris dari negaranya menuju Irak jika pemerintah Saudi memang benar-benar ingin memerangi terorisme”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: