Nasional

Terjaring OTT, Cagub Sultra Tampak Linglung saat Tiba di Gedung KPK

Kamis, 01 Maret 2018 – 07.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Calon Gubernur (Cagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun, Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP) beserta dua orang lainnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka tiba dengan dua rombongan sekira pukul 23.58 WIB.

Baca: Kronologi OTT KPK Bupati Hulu Sungai Tengah

Berdasarkan pantauan Okezone di Gedung Merah Putih KPK, Asrun, Adriatma dan satu orang lainnya tiba dalam rombongan pertama. Mereka bertiga dikawal dengan anggota Brimob berseragam saat turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam markas antikorupsi.

Saat melangkah ke hadapan awak media, terpantau Asrun yang mengenakan kopiah hitam dan sempat menggunakan masker itu sempat linglung ketika ingin masuk ke dalam lobi Gedung KPK. Dia hampir menuju pintu masuk yang bukan seharusnya.

Baca: OTT, KPK Tangkap Kader PAN dan Anggota Banggar DPRD Jambi Serta Sita Uang 1 Milyar

Tak hanya itu, Asrun juga sempat membuka masker putih yang sempat menutupi wajahnya. Namun, ketika mendekat ke pewarta, dia membuka penutup wajah itu. Asrun sempat berhenti sekian detik dihadapan awak media, untuk menyampaikan sesuatu ke awak media.

Namun, meskipun sempat berhenti sekian detik, dia tidak jadi menyampaikan pernyataan apapun kepada awak media. Dia hanya melambaikan tangan ke pewarta yang menunggunya.

Asrun yang dibuntuti dengan Adriatma yang sekaligus anaknya itu langsung menuju lantai II Gedung KPK tempat pemeriksaan saksi atau tersangka.

Baca: Terima Rp 433 Juta Kepala Balai Kena OTT Polisi Terkait Suap dan Pungli

Setelah rombongan Asrun, dua menit berselang, tiba satu mobil lainnya yang membawa satu orang perempuan yang ikut terjaring dalam operasi senyap KPK. Dia juga bungkam dan hanya melambaikan tangan ke awak media.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah sebelumnya menyatakan bahwa ada empat orang yang akan “digiring” ke Gedung KPK. Nantinya, mereka akan menjalani pemeriksaan di markas antikorupsi ini.

“4 orang itu ada unsur penyelenggara negara, mantan penyelenggara negara, dan pihak swasta. Nanti setelah sampai di KPK tentu akan kami lakukan proses pemeriksaan lanjutan,” tutup Febri. (SFA/Okezone)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: