Fokus

Terduga Teroris Tangsel “Omen” Hasil Didikan Abu Haikal Alias Raja Keong

Kamis, 22 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melansir, Abdul Rahman alias Omen, pimpinan kelompok terduga teroris yang digerebek di Babakan, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (21/12/2016), merupakan hasil rekrutan anak buah gembong teroris Dulmatin, Bhakti Rasna alias Abu Haikal alias Raja Keong.

Omen direkrut sewaktu menjalani hukuman di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

“Dia (Omen) juga terkait dengan salah satu anak buah Almarhum Dulmatin, Abu Haikal yang ditahan di Lapas Cipinang. Jadi, dia napi kekerasan kriminal tapi direkrut di dalam lapas oleh Abu Haikal,” kata Tito Karnavian.

Omen merupakan mantan terpidana tujuh tahun penjara atas kasus pembunuhan di Petogokan, Jakarta Selatan pada 2011.

Ia sempat lama menjalani masa hukuman di Lapas Cipinang sebelum dipindah ke Lapas Subang dan baru bebas pada 17 Agustus 2016.

Sementara, Abu Haikal yang merupakan disertir polisi dan dosen akuntansi adalah terpidana enam tahun penjara di Lapas Cipinang karena kasus memfasilitasi tempat untuk Dulmatin alias Yahya alias Joko Pitono dalam mengendalikan pelatihan militer Aceh pada awal 2010.

Dulmatin tewas saat penggerebekan Densus 88 di Pamulang pada 9 Maret 2010.

Selain dari Abu Haikal, Omen sewaktu menjalani hukuman juga mendapat didikan dari Ahmad Taufik alias Ovie, terpidana perencanaan peledakan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta pada 2013.

Dalam perjalanannya, diketahui Omen juga terkait dengan Ivan Armadi Hasugian (18), terpidana kasus penusukan seorang pastur di Gereja Santo Santos Yosep) di Medan pada 28 Agustus 2016.

Omen juga bagian jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) pimpinan Aman Abdurahman alias Oman.

Dan JAD adalah satu dari beberap sel kelompok teroris di Indonesia yang sudah berbait kepada kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Tito menjelaskan, terungkapnya kelompok Omen di Serpong adalah hasil pengembangan dari kelompok terduga teroris pimpinan Nur Solikhin yang ditangkap di Bintara, Bekasi, 10 Desember 2016 lalu.

Diketahui, kelompok tersebut telah menyiapkan ‘calon pengantin’ Dian Novi Yulia, dengan bom panci untuk beraksi pada acara pergantian jaga Paspampres di Istana Negara sehari berikutnya.

“Dari pengembangan itu, kelompok (Omen) ini juga berencana melakukan amaliyah, mereka diikuti sejak beberapa waktu lalu,” kata Tito.

Dalam penggerebekan di Serpong, Tangerang Selatan pada Rabu, 21 Desember 2016 kemarin, tim Densus 88 menangkap Adam Noor Syam (26) di Jalan Raya Serpong. Adam yang berprofesi sebagai driver ojek online ditangkap dalam keadaan hidup.

Sementara, tiga teman Adam yang tinggal di kamar kontrakannya, RT 02/01, kampung Curug, Babakan, tewas ditembak oleh petugas karena melakukan perlawanan dengan senjata api dan bom.

Ketiganya, yakni Abdul Rahman alias Omen alias Juhaiman (31), Helmi Hendriyana alias Hilmi alias Abu Afkar (30) dan Irwan alias Irawan (33). Ketiganya berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dari kamar kontrakan yang disewa oleh Adam itu, petugas menemukan 14 bom aktif berbentuk pipa. Sebanyak 12 bom sudah berhasil dijinakkan dengan cara diledakkan atau disposal.

Rupanya, Adam juga menyewa dua kamar kontrakan lain.

Satu kamar kontrakan di RT 05/01 Kampung Curug, Babakan, ditempati oleh istrinya.

Satu kamar kontrakan lainnya di Rawa Mekar Jaya, Serpong, yang baru sehari disewa digunakan untuk menyimpan material bahan peledak untuk dirakit menjadi bom.

Polri melansir, kelompok terduga teroris pimpinan Omen ini merencanakan serangan penusukan dan bom bunuh diri di Pospol Eka Hospital Serpong dan tempat lain untuk ‘Konser’ Akhir Tahun pada malam Natal dan Tahun Baru. (SFA)

Sumber: TribunNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: