Headline News

Tentara Suriah Amankan dan Evakuasi Warga Ghouta Timur

Minggu, 25 Februari 2018 – 11.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Tentara Suriah telah menetapkan sebuah koridor yang aman untuk mengevakuasi warga sipil dari daerah yang dikuasai teroris di Ghouta Timur, karena pasukan pro-pemerintah sedang mempersiapkan operasi yang akan segera dilakukan, kata perwira militer pada hari Sabtu.

Baca: Langgar Gencatan Senjata, Teroris Tembakkan Roket dari Ghouta Timur ke Damaskus

Sumber tersebut mengatakan bahwa tentara telah meminta warga sipil di wilayah yang dikuasai teroris di Ghouta Timur untuk menggunakan koridor aman yang baru dibentuk untuk bergerak ke daerah-daerah yang berada di bawah kendali pasukan pemerintah.

Helikopter militer juga menjatuhkan ribuan selebaran di daerah pemukiman di Ghouta Timur dan mendesak warga sipil untuk meninggalkan daerah yang dikuasai teroris tersebut.

Angkatan bersenjata telah menggambarkan peta akses cepat ke koridor yang aman dan instruksi yang diperlukan, meminta warga sipil untuk menggunakan koridor yang aman di kamp al-Wafedin untuk mencapai daerah yang dikuasai pemerintah.

Baca: Rusia Kecam AS Terkait Perang di Ghouta Timur Suriah

Sementara itu, Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah mengumumkan bahwa para teroris di Damaskus Timur mencegah warga sipil meninggalkan wilayah tersebut.

Pusat Rusia tersebut mengatakan pada hari Jumat bahwa militan di Ghouta Timur terus menghalangi evakuasi warga sipil dari daerah-daerah yang dikontrol.

“Situasi di Ghouta Timur telah diperburuk, pemberontak bersenjata ilegal telah menolak hak warga negara untuk bebas keluar dari daerah-daerah yang dikontrol. Sebagian besar warga sipil sangat membutuhkan bantuan medis mendesak,” bunyi pernyataan pusat tersebut.

Ghouta Timur adalah salah satu zona de-eskalasi Suriah, yang didirikan pada saat perundingan Astana, dengan Rusia, Iran dan Turki yang berfungsi sebagai penjamin perjanjian.

Baca: Teroris Abaikan Gencatan Senjata di Ghouta Timur

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, ibukota Damaskus dan daerah-daerah sekitarnya menjadi sasaran pemboman oleh gerilyawan.

“Ibukota Suriah dituntut untuk melakukan pembelaan yang terus-menerus. Selama 24 jam terakhir, 33 rudal telah ditembakkan oleh gerilyawan dari Ghouta Timur yang menargetkan berbagai wilayah di Damaskus dan permukiman di dekatnya. Korban dan penghancuran sipil telah dilaporkan,” menurut pernyataan tersebut.

Para prajurit Pusat Rekonsiliasi Rusia melanjutkan pelaksanaan tugas mereka di Suriah. Sejak kampanye militer di negara ini berakhir. Mereka sekarang terfokus pada penarikan warga sipil dari zona de-eskalasi dan membantu para pengungsi untuk kembali ke rumah.

Sebelumnya, militer Rusia melaporkan bahwa krisis kemanusiaan sedang berlangsung di Ghouta Timur, dengan mengatakan bahwa seruan kepada kelompok bersenjata ilegal untuk menghentikan perlawanan dan menyerahkan senjata tidak berhasil serta perundingan perdamaian di wilayah tersebut telah gagal. (SFA/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: