Amerika

Teheran: Donald Trump Hina OPEC

OPEC
Pertemuan OPEC

TEHERAN – Iran mengatakan Presiden AS Donald Trump telah menghina Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dengan mencoba menggunakan tekanan politik untuk mengubah kebijakan Organisasi, seperti dilansir PressTv (07/07).

“Dasar dan prinsip OPEC adalah bahwa pasar minyak tidak boleh politisasi dan bahwa masalah-masalah politik tidak boleh mengganggu pasar sehingga penawaran dan permintaan menentukan harga minyak akhir,” kata Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah pada hari Jum’at (06/07).

Baca: Harga Minyak Melonjak Imbas Ketegangan di Suriah

“Tetapi, beberapa langkah dan ketidakstabilan politik memicu kekhawatiran di pasar minyak dan menaikkan harga, termasuk perintah lacur Trump kepada beberapa anggota OPEC, merupakan penghinaan terhadap kedaulatan nasional negara-negara independen yang menjadi anggota organisasi itu,” tambahnya.

Zanganeh juga mencatat bahwa langkah Trump telah meningkatkan harga minyak global dalam beberapa hari terakhir.

Perintah Trump kepada negara-negara produsen minyak untuk meningkatkan produksi “sangat menghina rakyat negara-negara ini dan akan merusak kedaulatan nasional dan mengguncang pasar minyak,” katanya.

Pada hari Rabu, Trump menuduh OPEC menggerakkan harga bahan bakar lebih tinggi dan meminta sekutu AS di dalam Organisasi termasuk Arab Saudi untuk memompa lebih banyak lagi produksi minyaknya, jika mereka ingin terus mendapatkan perlindungan Washington terhadap Iran.

Baca: Perang Iran Vs AS di Selat Hormuz

“Monopoli OPEC harus diingat akan menaikkan harga minyak dan mereka hanya berbuat sedikit untuk membantu. Jika ada, mereka mendorong harga lebih tinggi karena Amerika Serikat membela anggotanya sangat sedikit $. Ini pasti jalan dua arah. . REDUCE PRICING NOW! ” bunyi tweet-nya.

Hossein Kazempour Ardebili, duta besar Iran untuk Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), menentang retorika keras Presiden AS Donald Trump dan produsen minyak lainnya dapat segera mendorong harga minyak mentah hingga setinggi $ 100 per barel.

Sebelumnya, Hossein Kazempour Ardebili, duta besar Iran untuk OPEC, telah memperingatkan bahwa retorika Trump dapat segera mendorong harga minyak mentah hingga setinggi $ 100 per barel.

Dia juga mencatat bahwa dunia -dan khususnya konsumen Amerika- pada akhirnya akan mencela Trump karena harga minyak yang melesat di pasar internasional.

Baca: Inilah Fakta Terbaru AS ‘Rampok’ Minyak Suriah

Trump baru-baru ini mengatakan bahwa Arab Saudi telah setuju untuk meningkatkan produksi minyak hingga 2 juta barel per hari (bpd). Ini sudah dilihat sebagai bagian dari kampanye politik oleh AS untuk menekan kerajaan dalam meningkatkan produksi minyak dengan cepat untuk menebus kehilangan minyak Iran, dimana pemerintah Trump mengancam menurunkannya ke nol.

Arab Saudi telah mengkonfirmasi panggilan telepon antara Raja Salman dan Trump tetapi tidak menyebutkan target produksi. Pakar pasar minyak, bagaimanapun, telah menolak peningkatan produksi minyak secara tiba-tiba. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: