Fokus

TEGAS, Mahfud MD: Indonesia Tak Perlu Jadi Negara Islam

Tabligh Akbar, Mahfud MD
Tabligh Akbar, Mahfud MD di Manahan Solo

SOLO – Mantan Ketua MK, Mahfud MD menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu menjadi negara Islam untuk menegakkan syariat Islam. Menurutnya, ideologi Pancasila dapat berjalan selaras dengan Islam.

Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U. yang lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957, umur 61 tahun adalah politisi, akademisi dan hakim berkebangsaan Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 dan Hakim Konstitusi periode 2008-2013. Sebelumnya ia adalah anggota DPR dan Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar Doktor pada tahun 1993 dari Universitas Gadjah Mada. Sebelum diangkat sebagai Menteri, Ia adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi

Hal tersebut dia sampaikan saat mengisi tabligh akbar yang digelar Polda Jawa Tengah di halaman parkir Stadion Manahan Solo, Jumat (22/6/2018) malam. Tabligh akbar diikuti para anggota kepolisian dan warga.

Baca: Prof Mahfud MD: Menolak Ide Khilafah

“Ada yang datang ke saya, bilang Indonesia harus jadi negara Islam. Saya katakan, Indonesia tidak harus negara Islam,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Dengan Pancasila, kata dia, kegiatan peribadatan umat Islam sudah dijamin dan dilindungi. Bahkan saat ini Islam berkembang pesat, hingga masuk ke dalam pemerintahan dan perguruan tinggi.

“Saya bulan lalu itu mengadakan tabligh akbar di Polda DIY. Yang bertugas membaca Alquran kapolresnya. Misalnya di UNS, orang hafal Alquran bisa masuk tanpa tes,” ujarnya.

Baca: WASPADA! Embrio Khilafah HTI Anti Pancasila Tumbuh Subur di Kampus Indonesia

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang dibentuk dari berbagai perbedaan. Dengan satu satu keinginan merdeka, Indonesia pun terbentuk dengan semboyan bhinneka tunggal ika.

“Maka tidak boleh ada satu golongan merasa paling dominan, paling berkuasa. Ini negara kebersamaan, negara yang dibangun berdasarkan kesepakatan dari berbagai perbedaan karena ingin bersatu,” tuturnya.

Baca: Netizen: PKS Bubar Atau Indonesia Hancur

Dia pun memastikan bahwa tidak ada pihak yang melarang umat Islam menjalankan ajarannya di dalam negara Pancasila ini.

“Saya ingin tahu apakah ada orang dilarang melaksanakan ajaran Islam di negara Pancasila? Tidak ada! Kalau ada lapor ke saya sekarang. Saya laporkan ke Pak Wakapolda, pasti ditindak,” katanya. (SFA/DetikNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: