Analisis

Tax Amnesty Menurut ‘Kacamata’ Denny Siregar

Minggu, 03 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tulisan menarik dari bung Denny Siregar dalam websitenya yang menjelaskan tentang apa Tax Amnesty itu? dan Apa yang dilakukan Jokowi? Simak tulisannya:

SIAPA SURUH JADI LELAKI KAMPRET?

Kesalahan pemikiran para lelaki kampret tentang UU Tax Amnesty adalah bahwa UU ini bisa dijadikan celah bagi koruptor untuk mencuci uangnya. (Baca: DPR Ketok RUU Tax Amnesty, Jokowi Segera Sosialisasikan)

UU Tax Amnesty hanya berlaku bagi pengusaha yang menyimpan uangnya di luar negeri dan dalam negeri, tapi tidak bagi koruptor dan pengemplang pajak.

Nah, untuk menetapkan seseorang adalah seorang koruptor atau pengemplang pajak, tentu dibutuhkan putusan pengadilan. Selama belum ada keputusan pengadilan, maka orang tersebut dan dananya tidak bisa di klasifikasi sebagai penjahat. Karena itu wajar, jika pemerintah sebelum ada putusan pengadilan, tidak mengutak atik darimana uang itu berasal dan bagaimana bisnisnya.

Tax Amnesty ini adalah fasilitas pengampunan pajak yang berlaku hanya dalam jangka waktu 9 bulan saja. Selama waktu itu, pemerintah tidak akan menghitung hutang pajak si pengusaha yang tidak pernah melaporkan asetnya yang di simpan di luar negeri. Pemerintah hanya mengambil 10% saja dari seluruh aset yang di laporkan, cukup itu. (Baca: Di Era Jokowi, Istana adalah Rumah Rakyat Indonesia)

Bayangkan kalau pengusaha itu bertahun-tahun menyimpan dananya dan selama itu tidak bayar pajak, mau berapa ratus persen dia harus membayar hutang pajaknya kepada pemerintah? Seandainya si pengusaha tidak memanfaatkan fasilitas ini, maka dia akan di kejar oleh pemerintah untuk membayar seluruh hutang pajaknya. Gak ada pilihan lain.

Nah, lelaki kardus sulit memahami konsep pengampunan pajak ini dan membelokkannya dengan segala argumentasi negatif, tapi juga tidak berbuat apa-apa selain memelihara kumis.

Jadi, siapapun pengusaha yang masih mau tinggal di Indonesia, tetap mau berbisnis di Indonesia dan mau beristri empat di Indonesia (eh?) mau tidak mau harus ikut program ini atau Lu Gue End.

Dan lihatlah, efektif banget sinyal ini di luncurkan. Berbonodng-bondong pengusaha yang biasanya parkir duitnya di luar negeri memborong saham-saham bank dan menaruh dananya disini dalam bentuk instrumen apa saja. Daripada gua kena penalty, mending ikut program. Mereka tidak ingin menjadi lelaki kencrot dan akhirnya menjadi lelaki bangkrut. Sudah paham kan, lelaki karpet? Jangan seruput kopi yaaaa.. kecuali ente musafir. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: