Editorial

Taufik Ismail Sebut Lagu Padamu Negeri Menyesatkan

Minggu, 29 Januari 2017 – 10.45 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Ramai di media online tentang seorang penyair yang selama ini selalu kita dengar puisi-puisinya yang indah sudah kerasukan ideologi tak jelas yaitu ideologi pemurnian agama, setelah kasus bendera yang diselipin lafadz Arab sekarang lagu padamu negeri dianggap menyesatkan, musyrik,  aneh saja karena sudah puluhan tahun lagu “Padamu Negeri” yang sering kita dengarkan tidak ada ulama satupun juga yang mengkritisi lagu ini seperti itu, namun tiba-tiba Taufik Ismail mengkritik lagu wajib nasional “Padamu Negeri (Bagimu Negeri)”. Dia menyebut lagu ciptaan Kusbini tersebut menyesatkan. Berikut lirik lagu Padamu Negeri ciptaan Kusbini: (Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI)

Padamu negeri kami berjanji

Padamu negeri kami berbakti

Padamu negeri kami mengabdi

Bagimu negeri jiwa raga kami

Kritik ini disampaikan Taufik saat menghadiri acara silaturahmi Iluni Bangkit untuk Keadilan di Taman Lingkar Universitas Indonesia, Jumat, 27 Januari 2017. Saat itu, panitia yang bersiap membuka acara memutar lagu “Padamu Negeri”. Lagu dengan empat bait tersebut diputar sampai habis.

Acara digelar. Penyair berusia 85 tahun itu lalu menaiki podium dan memberikan pidato. Dalam pidatonya, Taufik menyampaikan penolakannya terhadap lagu “Padamu Negeri”. “Saya bersama teman-teman menolak lagu ini (Padamu Negeri),” ujar Taufik.

Secara umum dia mengapresiasi isi lirik lagu tersebut. Namun, dia menilai dua baris terakhir, yakni “bagimu negeri jiwa raga kami” sangat bermasalah. “Jiwa raga ini diberi karunia oleh Allah SWT, yang Maha Pencipta, dan jiwa ini kembali kepada Allah SWT, tidak pada yang lain,” kata Taufik. (Baca: Wahabi, HTI, PERSIS Lecehkan Sang Saka Merah Putih dan Pahlawan)

Lirik “Padamu Negeri” terdengar patriotik. Namun dia menyebut lirik tersebut sesat. “Salah sekali (lirik yang itu), istilah ini musyrik,” ucap Taufik. Dia lalu mengajak pada para tamu undangan yang hadir untuk tidak mendengar lagi lagu tersebut. “Sebaiknya kita koreksi dengan tidak usah mendengar lagu ini,” kata Taufik. (Baca: Benang Merah Konflik Suriah ke Indonesia)

Kritik sih boleh-boleh saja namun tidak perlu juga semua masalah dibawa ke agama, itu hanya gubahan lagu yang mencerminkan suasana senang hidup di Indonesia pada waktu itu, dan sah-sah saja, jangan semua hal dikaitkan kepada agama, belum tentu apa yang ditafsirkan oleh Taufik Ismail ini benar, memang Jiwa dan raga kami milik Allah SWT, ini hanya syair yang memilik makna multi tafsir, tapi tidak usah menyesatkankan lagu ini, ini lagu pak Taufik bukan urusan agama. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: