Headline News

Tanggapan Arab Saudi Cs Saat Qatar Tolak Tuntutan Mereka

Kamis, 06 Juli 2017 – 08.32 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TIMUR TENGAH – Mesir, Arab Saudi, UEA dan Bahrain pada hari Rabu (05/07) mengeluarkan pernyataan bersama terkait penerimaan jawaban Qatar atas tuntutan yang diajukan bahwa “mereka akan menanggapi hal ini pada waktu yang tepat”. (Baca: Pengacara Swiss Wakili Qatar untuk Tuntut Blokade Saudi Cs)

Sheikh Qatar pada hari Selasa kemarin (04/07) mengatakan bahwa tuntutan yang telah diajukan rezim Arab Saudi dan sekutu-sekutunya sebagai syarat untuk mengembalikan hubungan dengan Qatar adalah “hal yang tidak realistis” dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani dalam konferensi pers bersama dengan rekannya dari Jerman Sigmar Gabriel di Doha menegaskan bahwa “Setiap tuntutan harus realistis dan dapat dicapai, namun tuntutan yang dibuat untuk kita tidak realistis dan tidak dapat dipenuhi”. Ia juga menambahkan bahwa “syarat-syarat yang diajukan tersebut juga tidak berkaitan dengan terorisme, tetapi justru membatasi kebebasan berekspresi media, melanggar kedaulatan dan campur tangan dalam urusan internal”. (Baca: Tuntutan Tak Masuk Akal Saudi, Mesir, Bahrain dan UEA kepada Qatar)

Kantor berita Saudi mengungkapkan bahwa “empat negara Arab ini telah menerima jawaban Qatar melalui Kuwait sebelum berakhirnya batas waktu tambahan yang diberikan atas permintaan Emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, dan Arab Saudi dan sekutunya menegaskan bahwa mereka akan  menanggapi hal ini pada waktu yang tepat”.

Sheikh Qatar pada beberapa pekan lalu telah menerima daftar tuntutan dari 4 negara Arab yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha saat kunjungan Menteri Luar Negerinya ke Kuwait untuk bertemu dengan Emir Kuwait yang menjadi mediator untuk mengakhiri krisis mendalam di Teluk. (Baca: Qatar: Blokade Saudi Cs Lebih Buruk dari Tembok Berlin)

Sebelumnya, Mesir, Arab Saudi, UEA dan Bahrain telah mengumumkan pada bulan lalu tentang pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar, membekukan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar, menghentikan penerbangan udara menuju Qatar dan menutup perbatasan darat dan laut bahkan mendeportasi warga negara Qatar yang ada di negaranya, dan semua ini terjadi akibat konflik kepentingan dan konflik yang terjadi antara kerajaan-kerajaan dan Sheikh-sheikh Teluk dalam isu mendukung terorisme di kawasan, di mana langkah pemutusan hubungan diplomatik dengan Doha ini diikuti oleh kepulauan Maladewa, kepulauan Muruius, Mauritania dan beberapa negara lainnya. (SFA)

Sumber: SANA

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: