Asia

Tamparan Keras Jong-Un Kepada Barat, Korut Negara Nuklir Terkuat di Dunia

Kamis, 14 Desember 2017 – 06.57 Wib,

SALAFYNEWS.COM, KORUT – Media resmi pemerintah Korea Utara pada hari Rabu (13/12) melaporkan bahwa “pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah berjanji untuk menjadikan negaranya sebagai “negara nuklir paling kuat di dunia”, dimana negara yang tengah dikecam dan diisolir ini tidak memberikan isyarat untuk membatasi program militernya.

Baca: Gedung Putih dan Pentagon Masuk dalam Daftar Target Rudal Nuklir Korut

Sebagaimana yang kita ketahui, Korea Utara telah menciptakan kekhawatiran masyarakat internasional baru-baru ini setelah meluncurkan serangkaian rudal balistik dan melakukan uji coba nuklir terbesar dalam sejarah karena negaranya berusha mengembangkan hulu ledak nuklir yang mampu menyerang Amerika Serikat.

Dalam sebuah pidato di hadapan para pekerjanya yang terlibat dalam uji coba rudal balistik terbaru pada hari Selasa (12/12) pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bahwa “Pyongyang akan mampu mencapai AS”. Ia mengatakan bahwa “negaranya akan meraih kemenangan dan akan terbukti bahwa negaranya akan menjadi negara yang memiliki nuklir dan militer terkuat di dunia”, sebagaimana yang diungkapkan kantor berita pusat Korea Utara, yang dikutip AFP.

Pernyataan pemimpin Korea Utara ini muncul ketika kekuatan besar di dunia telah melakukan upaya untuk mengatasi krisis di wilayah tersebut dan ketika AS mendukung sanksi politik dan ekonomi yang keras terhadap pemerintahan Kim Jong-un untuk menghentikan program nuklirnya.

Baca: Pakar Nuklir: Korut Miliki Bom yang Mampu Membunuh 90 % Warga AS

Namun, Korea Utara tak menghiraukan hal ini dan terus menembakkan rudalnya, dan ini adalah tantangan besar bagi presiden AS Donald Trump.

Kekhawatiran akan munculnya konflik dahsyat dengan negara nuklir semakin meningkat dengan adanya saling tuduh antara para pemimpin kedua negara dan penghinaan presiden AS terhadap lawannya dengan menyebut “pria rudal kecil”.

Ketegangan juga tengah meningkat di Semananjung Korea setelah peluncuran rudal jarak jauh Hwasong-15 pada 29 November lalu yang diklaim Korea Utara dapat membawa hulu ledak besar dan berat hingga wilayah manapun dari tanah Amerika.

Banyak analis yang meyakini bahwa rudal tersebut mampu menjangkau wilayah AS, namun mereka meragukan Pyongyang memiliki teknologi canggih yang diperlukan agar rudal tetap utuh saat memasuki atmosfer lagi.

Adapun uji coba rudal bulan November lalu adalah uji coba pertama dari jenisnya sejak 15 September lalu dan hal ini telah meredupkan harapan bahwa Korea Utara akan mundur dan membuka pintu negosiasi untuk menemukan solusi bagi krisis tersebut.

Baca: Kim Jong Un: Uji Coba Rudal Korut Adalah Hadiah Kami untuk Amerika

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengatakan pada hari Selasa (12/12) bahwa dia meyakini Washington akan melakukan semua hal yang bisa dilakukan untuk memkasa Korea Utara berdialog untuk menghentikan program persenjataannya.

Tillerson mengatakan dalam sebuah pidato di hadapan Dewan Atlantik bahwa “seperti yang sudah saya katakan berkali-kali bahwa saya akan mengupayakan jalur diplomatik sampai bom pertama jatuh”. Ia memperingatkan bahwa militer AS siap untuk bertempur jika hal itu diperlukan.

AS telah meningkatkan tekanannya terhadap Korea Utara dan pekan lalu AS telah melakukan latihan militer gabungan terbesar dengan Korea Selatan.

Sementara itu, Pyongyang menyebut latihan gabungan tersebut sebagai upaya provokatif dan menyebut latihan bersama ini telah mengungkapkan niat AS dan Korea Selatan untuk melakukan serangan mendadak terhadap Korea Utara. (SFA)

Sumber: Arabic SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: