Headline News

Tak Tahan Lihat Kebejatan Teroris, Mantan Penjaga Tahanan ISIS Insyaf

Minggu, 12 Februari 2017 – 06.53 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Seorang militan penjaga tahanan kelompok Islamic State (ISIS) di Suriah telah keluar dari kelompok itu setelah tidak tahan melihat seorang gadis 15 tahun yang dijadikan budak seks diperkosa hingga meninggal. Mantan penjaga tahanan ISIS yang “insyaf” itu kini melarikan diri ke Turki. (Baca: Kesaksian Janda Teroris: ISIS Dihuni Orang-orang Munafik dan Maniak Seks)

Dia diidentifikasi dengan nama pendek Nizar. Dia sebelumnya bekerja sebagai penjaga di pusat penahanan yang dijalankan “polisi syariah” ala kelompok ISIS di Suriah.

Menurut Nizar, gadis 15 tahun tersebut meninggal setelah mengalami pendarahan hebat. Dia ingat militan ISIS yang memperkosa korban di dalam penjara adalah militan asal Sudan.

“Sandera adalah tawanan, melakukan seperti yang di inginkan oleh mereka,” katanya mengacu pada status para perempuan yang disandera sebagai budak. (Baca: Balas Dendam Para Mantan Budak Seks ISIS)

Nizar semula percaya bahwa setelah ISIS merebut kota-kota di Suriah, maka akan ada perubahan yang positif. Kemajuan yang dicapai kelompok itu membuatnya tertarik untuk bergabung dan akhirnya menjadi penjaga penjara kelompok ISIS.

“(Kelompok) ini benar-benar merasa seperti Islam,” katanya. “Kami mulai pergi ke masjid. Seorang syekh  memberikan pelajaran (seperti) di dalam Alquran,” ujarnya, seperti dikutip Mail Online, Sabtu (11/2/2017). Tapi semakin lama tampak bahwa mereka hanya gunakan Agama Islam untuk mengelabui dunia. (Baca: Kesaksian Mantan Teroris: Anggota ISIS Suka Minum Miras dan Doyan Perkosa Wanita)

Selama menjadi penjaga penjara ISIS, Nizar bertanggung jawab untuk mengawasi hingga 100 tahanan pria setiap harinya. Mereka yang ditahan menghadapi beberapa tuduhan, termasuk merokok yang dinyatakan terlarang oleh kelompok ISIS.

“Mereka dipenjarakan, dicambuk dan dipukuli,” katanya. “Setelah dua atau tiga hari mereka dibebaskan.”

“Ketika saya berjalan menyusuri koridor, saya terkejut melihat semua wanita ini,” sambung Nizar yang melanjutkan ceritanya. Dia ingat, para wanita menangis karena dipisahkan dari anak-anak mereka.

Para wanita yang jadi tawanan itu kemudian dipilih oleh sejumlah militan ISIS untuk dijadikan budak seks, setidaknya hingga tiga hari.

Setelah melihat ada remaja budak seks yang meninggal setelah diperkosa oleh militan ISIS, dia mulai muak. Nizar kemudian memutuskan untuk melarikan diri dari ISIS. “Saya merasa lelah dan tidak nyaman,” katanya.

“Saya kehilangan nafsu makan saya. Saya pikir mereka seperti saudara saya,” ujarnya. Nizar dan keluarganya di Suriah akhirnya melarikan diri ke Turki. Dia menyarankan pada semua orang untuk tidak pergi ke Suriah.

“Setelah Anda berada di pasir, itu akan berubah menjadi pasir hisap. Segera setelah Anda di dalamnya, Anda tenggelam,” katanya yang mengibaratkan ISIS dengan pasir hisap. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Tak Tahan Lihat Kebejatan Teroris, Mantan Penjaga Tahanan ISIS Insyaf | ISLAM NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: