Headline News

Syeikh Sniper Irak Gugur di Hawijah

Minggu, 01 Oktober 2017 – 20.31 Wib,

SALAFYNEWS.COM, IRAK – Pasukan relawan Irak, Hashd al-Shaabi, mengatakan bahwa kelompoknya telah kehilangan seorang sniper terbaiknya selama pertempuran saat merebut kembali kota utara al-Hawijah dari kelompok teroris ISIS Takfiri.

Baca: Operasi Militer Hashd al-Shaabi Habisi Para Perwira Penting Teroris ISIS

Abu Tahsin al-Salhi, yang dikenal rekan-rekannya sebagai “syeikh sniper” dan “mata elang”, terbunuh pada hari Jum’at, saat ia maju ke Hawijah di barat laut Irak, juru bicara Hashd al-Shaabi Ahmad al-Assadi mengatakan.

Pejuang berusia 63 tahun tersebut dilaporkan ikut ambil bagian dalam konflik yang berasal dari perang Arab-Israel tahun 1973 dan dikatakan telah menembak mati 320 teroris ISIS, kata laporan Irak. Upacara pemakaman digelar sebagai penghormatan atas jasa-jasanya di kota pelabuhan selatan Basra.

“Hari ini, saya menembak mati dua diantaranya (teroris ISIS). Itu menggelikan – minimum bagi saya adalah empat”, katanya dalam rekaman tersebut. Dalam pertempuran anti-ISIS pada tahun 2015. “Saya membunuh 173 dari mereka, dan sekarang telah mencapai 320,” tambahnya.

Abu Tahsin tidak dapat dipisahkan dari senapan Steyr-nya.

ISIS yang menganggap orang-orang yang tidak sejalan dengan ideologi ekstremisnya sebagai “orang-orang murtad” dan tunduk pada mereka, mereka menginvasi Irak dan negara tetangga Suriah pada tahun 2014, menguasai sebagian wilayah yang luas di kedua negara.

Baca: Hashd Al-Shaabi Bantah Peran AS Dalam Pembebasan Mosul di Irak

Serangan tersebut mendorong warga Irak untuk menjadi sukarelawan di garis depan saat kelompok Takfiri mulai menyerang ibukota Baghdad. Hashd al-Shaabi adalah salah satu kekuatan relawan pertama yang bergabung dengan tentara untuk mendorong kembali para teroris.

Pasukan gabungan tersebut merebut kembali Ramadi, ibu kota provinsi Anbar yang luas, pada bulan Desember 2015, dalam salah satu kemenangan paling menentukan terhadap para teroris.

ISIS sejak saat itu, telah kehilangan distrik demi distrik dalam menghadapi kemajuan tentara Irak dan pasukan sekutu. Yang paling menonjol, kelompok teror tersebut kehilangan kota utara Mosul, benteng terakhirnya di Irak, pada bulan Juli.

Baca: Perang Sengit Teroris ISIS dengan Pasukan Hashd al-Shaabi di Mosul

Angkatan bersenjata Irak saat ini berada dalam fase kedua operasi militer untuk membebaskan Hawijah, salah satu benteng terakhir dari teroris Takfiri. Tahap pertama dimulai pada tanggal 21 September, yang menampilkan operasi yang bertujuan untuk membebaskan daerah yang mengelilingi kota. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: