Fokus

Survey Terbaru: Mayoritas Masyarakat Indonesia Tolak ISIS dan HTI

Senin, 05 Juni 2017 – 00.05 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Menurut hasil survei Saiful Mujani Research And Consulting (SMRC) mengungkap bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menolak kehadiran kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) serta Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Dalam survei itu disebutkan, mayoritas Warga Negara Indonesia (WNI) menolak keberadaan dua organisasi yang disebut-sebut ingin mengubah kedaulatan negara. Bahkan mayoritas warga Indonesia setuju dengan rencana pembubaran dari pemerintah. (Baca: HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI)

Pimpinan SMRC Saiful Mujani menyampaikan, survei yang melibatkan seluruh WNI di berbagai tempat itu menggunakan sejumlah pertanyaan terkait kebanggaan mereka menjadi WNI sebelum mengarah ke pengetahuan seputar ISIS dan HTI.

Dari pertanyaan yang dilontarkan, sebanyak 62,5 persen responden merespons sangat bangga menjadi WNI dan 36,5 persen menjawab cukup bangga. Terkait loyalitas kepada bangsa, sebanyak 26,9 responden menjawab sangat bersedia, dan 57,6 persen menjawab bersedia.

“Artinya 9 dari 10 WNI mau menjadi relawan membela negara. Jadi kalau pemerintah khawatir soal kesediaan bela negara, itu tidak perlu,” Kata Saiful di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (4/6).

Survei selanjutnya mempertanyakan setuju-tidaknya Indonesia menganut ideologi khilafah atau tetap pada demokrasi Pancasila. (Baca: 5 Step Kelompok Radikal dan HTI Hancurkan Sebuah Negara)

“Hanya 9,2 persen ingin mengganti NKRI dengan Khilafah yakni negara Islam yang bersandar pada Alquran, sunnah, dan tafsiran ulama tertentu,” kata dia.

Sementara, 79,3 persen lainnya tidak setuju jika NKRI menganut khilafah dan 11,5 persen responden menjawab tidak tahu. Menurut Syaiful, hasil tersebut menunjukan, hanya 1 dari 10 WNI yang ingin mengganti NKRI dengan sistem khilafah.

Lebih lanjut, Saiful menyebut survei yang diajukan oleh pihaknya mempertanyakan sikap responden terhadap kehadiran ISIS dan HTI di Indonesia. Survei mencatat bahwa kurang bangganya menjadi WNI menjadi salah satu sumber penerimaan ISIS dan HTI.

Meski banyak yang mengenal ISIS dan HTI, kata Saiful, tidak semua responden mengetahui tujuan dan cita-cita kedua organisasi itu. “Ada 66,4 persen yang tahu ISIS. Angka ini cukup mengejutkan. Artinya ISIS cukup populer walaupun organisasi resminya di sini tidak ada. Sisanya 33,6 persen tidak tahu,” kata Saiful.

“Sementara HTI yang tahu hanya 28,2 saja. ISIS lebih populer. 71,8 persen tidak tahu. Namun, dari 28 persen itu mayoritas WNI tahu cita-cita HTI 56,7 persen,” lanjut Saiful. Sementara yang mengetahui tujuan dan cita-cita ISIS, dari 66,4 persen yang mengetahui organisasi tersebut, hanya 30 persen saja yang tahu. Dari situ, 64 persen tidak setuju dengan perjuangan ISIS dan 25,5 persen sangat tidak setuju. (Baca: Video Gus Sholah Semprot HTI, Mendirikan Khilafah Akan Hancurkan Negara)

Untuk HTI, yang setuju perjuangan organisasi itu hanya mencapai 9,7 persen saja. 55,7 persen tidak setuju dan sangat tidak setuju 13,1 persen. WNI juga lebih memilih pemerintah membubarkan HTI dari NKRI dengan 78,4 persen. Hanya 13,6 persen yang tidak setuju.

“Artinya 9 dari 10 WNI tidak mendukung gagasan ISIS dan HTI. Bagi mereka negara harus melarang keberadaan ISIS dan HTI,” kata dia.

Survei SMRC dilakukan pada 14 Mei sampai dengan 20 Mei 2017 lalu. Lembaga itu melibatkan seluruh WNI yang telah memiliki hak pilih atau lebih dari 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan melibatkan 1500 responden. Mereka diambil dari pencatatan data populasi tiap desa atau kelurahan yang dikerucutkan, sebanyak 5 RT hingga tinggal 2 KK saja.

Respon Rate atau responden yang berhasil diwawancarai ada sebesar 90 persen. Artinya sebanyak 1350 berhasil dianalisis secara valid. Margin of error dari survei tersebut mencapai 2,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (SFA)

Sumber: CNN Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: