Headline News

Suriah Pertimbangkan Ambil Raqqah dari SDF Sekutu AS

Senin, 30 Oktober 2017 – 09.37 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Pemerintah Suriah mengatakan bahwa pihaknya masih menganggap kota utara Raqqah sebagai kota yang diduduki, kurang dari dua minggu setelah Pasukan Demokratik Kurdi yang didukung oleh AS, mengusir para teroris ISIS Takfiri dari kota tersebut, namun mereka juga menahan tentara pemerintah dari membebaskan kota tersebut.

Baca: SOHR: Pasukan SDF Serang ISIS di Pusat Kota Raqqa Suriah

Suriah akan mempertimbangkan pengambilalihan Raqqah sampai berada di bawah kendali tentara Suriah, kantor berita SANA melaporkan pada hari Minggu (29/10/2017) mengutip sumber resmi di Kementerian Luar Negeri Suriah.

“Raqqah dulunya adalah ibukota de facto ISIS selama beberapa tahun, masih “tidak dapat dianggap terbebaskan sampai masuknya tentara Suriah, yang berjuang melawan teroris bersama dengan sekutunya,” tegas Kemenlu Suriah.

Menurut sumber tersebut, klaim menyesatkan koalisi pimpinan AS mengenai pembebasan kota tersebut dari ISIS ditujukan untuk membagi opini kepada masyarakat internasional dari kejahatan yang dikoordinasikan oleh koalisi dan sekutu-sekutunya di provinsi Raqqah.

Baca: Jendral Suriah: AS Gunakan Tangan Pasukan Kurdi Ambil Ladang Minyak Suriah

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pernyataan yang dibuat oleh otoritas Amerika, termasuk Gedung Putih, Pentagon, dan Departemen Luar Negeri AS, tentang peran penting pembebasan Raqqa dalam perjuangan melawan teroris dan kontribusi koalisi pimpinan AS terhadap hal ini, bisa menjadi teka-teki.

SDF mengumumkan pada tanggal 20 Oktober bahwa mereka telah sepenuhnya membebaskan Raqqa dari ISIS dengan dukungan dari AS. Aliansi pimpinan AS mengkonfirmasi laporan ini beberapa jam kemudian dan Presiden Donald Trump menyebut operasi untuk membebaskan kota tersebut sebagai “terobosan kritis” dan mengklaim bahwa “transisi ke fase baru” akan mengikutinya.

Baca: Kalah Telak ISIS Akan Pindahkan Ibu Kota Khilafah dari Raqqah Suriah

Kota Raqqa telah menjadi ibu kota khalifah ISIS yang memproklamirkan diri “di Suriah selama empat tahun. Pada awal Juni SDF dan koalisi anti-ISIS meluncurkan sebuah operasi untuk membebaskan kota tersebut.

Rusia telah mengambil banyak langkah untuk menyelesaikan konflik Suriah yang dimulai pada tahun 2011. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: