Fokus

Surat Terbuka Netizen Kepada Fans ISIS di Indonesia

Minggu, 26 November 2017 – 19.33 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Teror bom masjid di Sinai Mesir saat umat muslim melakukan shalat Jum’at adalah sebuah tindakan tak beradab dan manusiawi oleh kelompok teroris Sinai yang berafiliasi dengan ISIS. Mereka teriakkan Takbir, Jihad, dan Bunuh hanya sebagai kedok, mereka ngaku Islam tapi dalam Islam tidak pernah ada ajaran kejam seperti itu, Islam adalah agama pengasih dan beradab.

Baca: Inilah Fakta Kejahatan Santoso! Abu Wardah Teroris Bukan Pejuang Islam

Salah satu netizen Yusuf Muhammad menulis tentang saat teror di beberapa tempat di Indonesia maupun di dunia kelompok radikal yang sok berbaju agama ini diam seribu Bahasa, KENAPA? Berikut surat Terbuka Yusuf Muhammad kepada Fans ISIS di Indonesia.

Asslamu’alikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Wahai fans ISIS Indonesia,

Melalui tulisan ini, aku ingin mengabarkan sesuatu pada kalian. Pada hari Jum’at (24/11/17), ada saudara kita ketika usai sholat Jum’at di Masjid Al-Rawdah, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir terbunuh akibat serangan bom dan penembakan yang dilakukan oleh sekitar 40 pria bersenjata.

Baca: Komentar Pedas Zainul Muttaqin Kepada Pelaku Teror Bom di Masjid Sinai Mesir “Kalian Pengecut”

Jumalah korban meninggal saat ini 305 orang, termasuk 27 anak-anak dan 127 lebih lainnya luka-luka.

Wahai fans ISIS Indonesia, dimanakah suara keras kecaman kalian ketika melihat umat muslim dibantai? Dimana pembelaan kalian terhadap saudara muslim?

Beberapa tahun lalu juga pernah terjadi pemboman Gereja di Mesir dan ada puluhan korban meninggal. Pelakunya juga berafiliasi dengan ISIS. Jelas sudah bahwa yang dilakukan ISIS tersebut adalah kejahatan lintas agama dan lintas kemanusiaan.

Wilayah Sinai Utara ini memang banyak basisnya dari kelompok ISIS, dan kuat dugaan target mereka adalah Muslim Sufi (kelompok muslim yang mendalami ilmu sufisme/tasawuf). Kelompok ekstrimis ISIS ini memang tidak dapat menerima perbedaan faham maupun keyakinan. Siapapun yang tak sepaham maka akan dihabisi dengan cara-cara yang keji.

Baca: Teror Bom Masjid Sinai Mesir Akibat Panasnya Politik di Palestina & Timur Tengah

Sungguh saya sangat menyayangkan, begini kok kalian masih bangga jadi simpatisan ISIS di Indonesia. Apa dikarenakan imam besar kalian bilang ISIS adalah saudara? Apa karena guru kalian bilang ISIS hanyalah kambing hitam? Apa karena guru kalian bilang cinta tanah air itu tak ada dalilnya? Atau karena guru kalian bilang demokrasi saat ini sistem kufur?

Otak kalian makin terlihat sakit ketika mayat teroris bernama Santoso kalian puja-puja, kalian sambut dengan gema takbir dan kalian klaim dia adalah Syuhada (mati syahid). Edian… mungkin otak kalian sudah kopyor kayak es kopyor.

Baca: Sebutan Santoso “Syuhada’” Bagian dari Propaganda Teroris

Selama ini, kalian tidak pernah mengecam perbuatan kejam yang dilakukan ISIS dan kelompok ekstrimis lainnya yang mencatut nama Islam. Apakah kalian takut mengecam ISIS karena mereka mencatut nama Islam dan membawa Panji Ar Rayah (bendera Rosulullah)?

ISIS berdalih ingin tegakkan negara khilafah, kalian juga ngotot ingin tegakkan khilafah dan mengganti ideologi Pancasila. Bahkan 7 juta umat yang dibanggakan itu pun tak berkutik.

Baca: Gus Yaqut: Mumpung Kelompok Radikal Ini Masih Kecil Mari Kita Lawan dan Usir

Beruntung Presidennya Pak Jokowi, jadi masih berbaik hati beri kesempatan pada kalian untuk bertaubat. Coba kalau saya presidennya, pasti akan ku buat pesek semua hidung kalian dan akan aku buat kalian cepat bertemu dengan Tuhan.

Aku tahu, kalian para simpatisan ISIS di Indonesia tidak akan berani terang-terangan menyerang umat Islam. Itu karena kekuatan kalian masih kecil. Kalian masih ingin mencari simpati umat Islam dan kemudian jika kekuatan sudah besar maka umat muslim yang berbeda faham dengan kalian akan kalian bantai.

Satu hal yang tak bisa kalian bantah, semua yang berkaitan dengan ISIS, kalian akan diam! Ah, udah dulu ya.. Salam dari saya, si pesek yang pobia tanda plus (+). Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: