Nasional

Surat Terbuka Iyas Subiakto untuk Din Syamsuddin ‘Jangan Amnesia’

Minggu, 14 Mei 2017

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Setelah membaca surat kabar yang memuat statement DS ( Din Syamsuddin) pada diskusi Kebangsaan di Surabaya, Iyas Subiakto merilis tulisan yang tersebar di media sosial. Berikut tulisan dengan nama Iyas Subiakto yang diterma redaksi:

Intinya dia menyoroti kesenjangan sosial yang secara ekonomi dipegang segelintir golongan (tionghoa) sehingga ada ketimpangan dimasyarakat dalam segi kesejahteraan, dia menyoroti pemerintahan jokowi seolah semua salah dan jadi biang keroknya.

Din adalah kader Golkar zaman Soeharto dan melepas ikatan itu utk merambah dan mencari panggung baru dalam politik dan kedudukan.

Menjadi ketum Muhammadiyah dan sekarang menjadi ketua Dewan Pertimbangan MUI sebagai produser Fatwa dan Sertifikat halal dengan Fatwa kontroversial dalam kasus Ahok yang dituduh sebagai seorang penista agama yang lucu dan menggelikan bagi orang waras dan tidak bebal.

Din selaku Public Figur yang selalu mau tersohor kadang selalu amnesia, dia lupa dan diam saja saat Soeharto membangun perkoncoan dengan segelintir orang-orang cina dan membabat habis sumber daya Indonesia selama 32 tahun.

Ditambah presiden rekaman 10 tahun yang cuma nyanyi dan memperkaya diri, kemana anda Din, hello….?

Kok sekarang Tiba Tiba Nyentil Jokowi yang baru 2.5 tahun dan saat ini sedang di Papua untuk melihat jalan yang dibangun dengan medan berat menembus rencana 4300 km.

Din, pernah gak ente bicara soal Papua negeri yang selama 70 tahun dirampok Amerika dan terakhir Amin Rais koncomu itu ternyata jadi komisaris disana?

Apa ente kagak melek bagaimana seorang Jokowi bereskan Petral, menekan Freeport, membangun infrastruktur, melakukan terobosan cari dana tambahan melalui tax amnesti, lha ente ngapain cuma ngompori ikut demo kelas teri yang cuma urusan Ahok soal DKI.

Kalian berteriak-teriak 9 naga dibelakang Ahok gak taunya 9 Naga tersebut duduk berseri dibelakang Anies dan kelompok kalian yang mendukung dengan cara jahiliyah dan murahan menjual dan memperalat agama tanpa rasa salah dan berdosa.

Din orang buang hajat saja pakai mules dulu, masak sekelas profesor mau ngomong gak mikir dulu, kita harusnya malu dikerjai Ahok sendiri dan kita harus dengan segala energi merebut 1 kursi DKI.

Dari cina pekerja yang nasionalismenya diatas rata-rata sementara kalian yang merasa punya negara malu-malu muka ternyata juga didukung cina yang kelakuannya hitam pula.

Mending Ahok ngaku kafir gak pengen jadi mualaf kalau cuma mau nganglap jabatan dan kedudukan, jual iman itu rendah seperti kiayi HT yang modal peci khotbah di masjid sementara kalian mendesain mimbar khotbah mengumbar fitnah.

Din, tak kasi tau ya, sekarang ini kalau kau mau buat ekonomi ini berimbang butuh 100 tahun lagi untuk kasi waktu sama orang islam ini belajar dagang bukan cuma mikir jadi PNS dan pensiunan.

Negara ini uangnya habis 60% APBN untuk bayar pegawai sementara pajak hanya dibayar dari 28% WP itupun kadang nunggak serta kerjasama malak ama petugas pajak yang katanya bijak.

Ngomong enak Din, kalau ente bijak kenapa gak nyuruh Soeharto niru Mahattir yang memprotek etnis melayu untuk dikasi ruang berniaga?

Bukan seperti cendana yang bahkan cengkeh dan jerukpun mereka kuasai, Din, kami sudah lama membaca gestur anda dan teman-teman anda disana.

Din, Kami tahu anda pingin juga menjadi menteri agama bahkan bernafsu dicalonkan sebagai calon presiden tapi tidak pernah terlaksana.

Kelakuan kalian yang selalu membuat 1 ramadhan dan 1 syawal berbeda dengan pemerintah kan menunjukkan arogansi murahan.

Pendiri Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan begitu tawaduk dan seorang negarawan, masak kalian penerusnya jadi kurang sopan?

Din, ente dan AR itu kan Icon Muhammadiyah kok malah gak genah, untung masih ada Buya yang bijaksana.

Dalam hari yang sama di Surabaya saat ente berdiskusi, Tommy soeharto sedang mendeklarasikan partainya ( Partai Berkarya) di Sby untuk ikut pemilu.

Saya kok curiga jangan-jangan anda ikut merestui dan jalan sama tommy, ah..sudahlah apapun yang kalian kerjakan kami sudah tau semua, kenapa Allah membenci munafik karena kelasnya lebih rendah dari setan yang gentel masuk neraka, kalau kalian kan maunya ke neraka lewat surga, ya mana ada Din.

Saya sarankan kalau mau bicara jangan mendua dan sembuhkanlah penyakit amnesiamu itu sehingga kami bisa percaya bahwa kalian bukan orang gila.

Di Indonesia ini bukan cuma ada kalian yang suka memainkan agama untuk kepentingan.

Indonesia adalah Kami yang suka kedamaian, dan kami akan lawan kalian yang wujudnya menyembah Tuhan tap hatinya dilambari setan.

# Kami lawan kalian bersama Jokowi demi negeri bukan demi pencuri. [Sfa]

sumber: Iyas Subiakto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: