Nasional

Surat Terbuka Birgaldo Sinaga Kepada Ridwan Kamil

Rabu, 16 Agustus 2017 – 10.28 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh media sosial Birgaldo Sinaga dalam akun facebooknya menulis sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Ridwan Kamil yang membahas soal mayoritas difasilitasi dan minoritas dilindungi, berikut tulisannya:

Meski saya adalah pendukung Kang Emil dalam Pilkada Jabar ini, saya harus bicara soal statemen Kang Emil dalam dua postingan terakhir di fan page fesbuk Kang Emil.

Postingan pertama adalah soal jawaban Kang Emil atas pertanyaan Denny Siregar tentang program terbaru Kang Emil Kredit Mesra Mesjid Sejahtera. Dalam postingan jawaban itu, secara substansi Kang Emil sudah lugas menjawab pertanyaan Denny. Saya juga ikut nimbrung memberi tambahan jawaban untuk memperkuat argumentasi.

Sayangnya dalam postingan itu Kang Emil keliru menjelaskan soal diksi mayoritas dan minoritas dalam konteks negara bangsa NKRI. Entah karena baper atau pemahaman Kang Emil yang kurang lengkap soal terminologi mayoritas dan minoritas dalam sistem konstitusi kita hingga membuat Kang Emil off side merumuskan argumentasi jawaban.

Kekeliruan ini tentu tidaklah pantas mengingat Kang Emil pasti sudah pernah ikut kursus Lemhanas lanjutan. Mungkin juga sudah sangat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam konstitusi NKRI UUD 1945. (Baca: Perang Komentar Denny Siregar dan Ridwan Kamil di Medsos)

Kang Emil yang keren..

Negara kita adalah negara hukum. Hukum tidak mengenal mayoritas dan minoritas. Dalam hukum, semua anak bangsa sama kedudukannya. Setara dan sejajar. Semua tunduk pada undang-undang. Tidak peduli keturunan raja, sultan, ningrat priyayi atau rakyat jelata. Semua sama di mata hukum.

Dalam hukum semua warga otomatis sama kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan. Tidak ada privelege atau perlakuan istimewa pada warganegara karena alasan berasal dari suku mayoritas atau agama mayoritas. Inilah negara hukum yang dibentuk oleh pendiri bangsa.

Sayang sekali Kang Emil keliru soal ini. Akibatnya tulisan Kang Emil memancing polemik kebangsaan yang menjadi bengkok jika dilihat dari kaca mata Kang Emil.

Dalam konstitusi kita, tertulis tugas negara adalah melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. Artinya semua warga negara harus dilindungi oleh negara. Tidak ada tertulis minoritas dilindungi oleh negara. Mayoritas difasilitasi oleh negara. Ini sangat fundamental Kang.

Saya berharap Kang Emil meralat kalimatnya dalam dua postingan soal mayoritas dan minoritas itu. Akan jadi bahan olok2 nanti Kang Emil sama mahasiswa jurusan Hukum Tata Negara semester 1 jika Kang Emil tidak meralat ucapan soal mayoritas difasilitasi, minoritas dilindungi.

Ingat Kang, tugas dan tanggung jawab Kang Emil sebagai aparatur negara yang dipilih warga Bandung itu adalah melaksanakan amanat konstitusi UUD 1945. Lindungilah seluruh tumpah darah Indonesia tanpa pandang mayoritas dan minoritas. Dalam sistem ketatanegaraan kita konsep mayoritas dan minoritas sudah melebur dalam hukum yang wajib berlaku adil bagi seluruh anak bangsa. Salam perjuangan (SFA)

Sumber: Akun Facebook Birgaldo Sinaga

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: