Headline News

Surat Rahasia Panel PBB Ungkap Tak Ada Rudal Kiriman Iran ke Houthi di Yaman

Minggu, 19 November 2017 – 06.20 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Koalisi pimpinan Saudi dan Washington menuduh Iran memasok rudal ke Yaman, dan bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di ibukota Riyadh.

Baca: Militer Yaman Benarkan Peluncuran Rudal ke Bandara Riyadh

Panel yang ditunjuk oleh Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 10 November, mengirim sebuah surat rahasia kepada para diplomat, yang menyatakan bahwa mereka tidak melihat bukti klaim Arab Saudi bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan rudal baru-baru ini yang dilakukan oleh Houthi yang menargetkan Riyadh, The Intercept, sebuah situs investigasi yang berbasis di AS, melaporkan pada hari Jumat.

Menurut anggota panel, pengetatan blokade Yaman oleh koalisi pimpinan Saudi dan seruan paragraf 14 resolusi 2216, memungkinkan negara-negara anggota PBB mengambil tindakan untuk mencegah pengalihan barang-barang militer ke Houthi, diduga merupakan upaya untuk menghalangi penyerahan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Yaman. Namun, Riyadh menegaskan bahwa penutupan semua pelabuhan laut, perbatasan darat, dan udara Yaman oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi bersifat sementara dan tidak akan mengganggu pengiriman makanan ke negara tersebut.

Baca: Tweet Warga Riyadh Ungkap Kebohongan Saudi yang Mengaku Cegat Rudal Yaman

Arab Saudi telah menuduh Iran, saingan utamanya di kawasan, memasok rudal balistik ke Yaman, yang salah satunya dicegat oleh Angkatan Udara Saudi di atas Riyadh utara pada tanggal 4 November, dalam sebuah klaim yang dijelaskan oleh Teheran sebagai “bertentangan dengan kenyataan.”

Pejabat tinggi AS, termasuk Presiden AS Donald Trump, juga telah menyalahkan Iran atas serangan Houthi, melalui utusannya untuk PBB Nikky Haley menyerukan agar Teheran bertanggung jawab atas serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh Houthi yang menargetkan Arab Saudi pada bulan Juli 2017.

Sementara Teheran tidak merahasiakan dukungan politisnya terhadap gerakan perlawanan Hizbullah, Hamas dan Houthi Ansarullah. Presiden Iran Rouhani juga menyatakan bahwa peluncuran rudal Houthi ke ibu kota Arab Saudi adalah “reaksi terhadap agresi,” dan menambahkan bahwa kepercayaan Riyadh terhadap Republik Islam Iran sebagai “musuh” adalah “kesalahan strategis”.

Iran juga mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat memindahkan senjata ke Yaman karena blokade yang dipimpin oleh Saudi.

Baca: Dari Abha Hingga Riyadh Akan Jadi Terget Rudal-Rudal Yaman

Panel yang ditunjuk oleh Dewan Keamanan PBB mengatakan dalam penilaian rahasia bahwa mereka tidak melihat bukti untuk mendukung klaim Saudi tentang rudal balistik jarak pendek (SRBM) yang telah dipindahkan ke Yaman, yang melanggar Resolusi 2216.

Yaman telah menyaksikan perang mematikan yang dipimpin oleh Saudi sejak Maret 2015. Serangan Saudi yang berlangsung lama, yang disertai oleh blokade darat, laut, dan udara di Yaman, sejauh ini telah menewaskan lebih dari 12.000 orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan.

PBB telah menyatakan bahwa Yaman sebagai satu-satunya krisis kemanusiaan di dunia, dimana 17 juta orang Yaman membutuhkan makanan dan 7 juta orang terancam terancam kehilangan nyawa karena kelapran serta epidemi kolera yang menyebabkan lebih dari 2.200 kematian sejauh ini. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: